Untuk itu, Edi Homaidi meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis agar bersikap bijak dalam mengambil keputusan, terkait bawshannya tersebut. Kapolri perlu mendengarkan masukan dari kedua belah pihak, baik bawahannya sendiri, juga dari pihak luar yang menginginkan pencopotan Merdisyam dari jabatan Kapolda Sultra itu.
“Saya yakin, Pak Kapolri Idham Azis akan bijak dalam mengambil keputusan terhadap anak buahnya itu. Apalagi berdasarkan apa yang saya ketahui, sosok Kapolda Sultra Brigjend Pol Merdisyam orang yang memiliki track record bagus,” ujarnya.
Selain itu, Merdisyam merupakan pejabat Polri yang menduduki jabatan strategis sejak 5 Januari 2018, juga peraih penghargaan Satyalencana Dwija Sistha dan Satyalencana Kesetiaan 16 tahun.
“Banyak pula riwayat jabatan yang telah ia lakoni sejak mengabdi ke institusi Polri. Seperti tahun 2006, dia memperoleh jabatan sebagai Wakil Kepala(Waka) Polres Bekasi Polda Metro Jaya, tahun 2010 menjabat sebagai Kepala Polres Karawang Polda Jabar, tahun 2013 sebagai Dirintelkam Polda Gorontalo dan jabatan terakhir sebagai Dirsosbud Baintelkam Polri,” terangnya. /Lpt
Editor ; Eno
