BANDA ACEH, LIPUTAN68.COM | Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT mengajak semua pihak untuk menerapkan Protokol di Area dan Transportasi Publik untuk menjaga agar tidak terjadi penambahan jumlah warga terpapar virus corona di Aceh. Forkopimda telah mencabut penerapan Jam Malam. Mari kita semua tetap harus waspada di area publik termasuk di Transportasi Publik,” Hal ini disampaikan Wakil Ketua Tim PKK Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT, Minggu (5/4/2020).
Dr, Ir Dyah MT, mengajak seluruh pemilik warung kopi, toko kelontong, warung nasi, supermarket, minimarket, pengelola pasar, restoran, apotek dan tempat lainnya yang menjual kebutuhan pokok, pangan, obat dan peralatan medis, gas, minyak dan lainnya untuk melakukan 8 tindakan penangganan covid-19 sebagai berikut.
Lakukan pemeriksaan suhu tubuh setidaknya 2 kali sehari. Jika sedang dalam keadaan tidak sehat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasyankes.
Gunakan masker jika mengalami batuk atau pilek.
Terapkan etika batuk/bersin: tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu yang kotor ke tempat sampah. Lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air. Bersihkan toilet secara teratur dan bagi pengguna toilet, siram toilet setelah digunakan.
Terapkan kebersihan diri (mencuci tangan dengan sabun dan air) terutama setelah menggunakan toilet, melakukan pekerjaan pembersihan serta sebelum dan sesudah makan. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan pembersihan dan saat menangani limbah. Hindari menyentuh area wajah yang tidak perlu.
“Saran saya, warung kopi atau cafe membatasi jumlah pengunjung dengan mengatur jarak duduk, atau melakukan pelayanan take away. Intinya terpenuhi kaedah phsycal distancing,” kata Dyah.
Selain itu, Dyah juga mengajak bagi yang menggunakan transportasi baik pribadi ataupun umum untuk mengindahkan 6 langkah antisipasi covid-19 berikut:
