oleh

URUNGKAN DEMONSTRASI, ANDI NAJA FP SIAPKAN KONSEP PADA DIALOG RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA

JAKARTA, LIPUTAN68.COMTim Omnibus Law DPO (K) SBSI, Andi Naja FP Paraga menegaskan akan memberi masukan saat pembahasan draf Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang akan dilakukan oleh DPR. Pihaknya merasa penting untuk memberi masukan tersebut agar direspon DPR daripada sekedar melakukan aksi turun jalan menolak RUU ini. Hal itu disampaikannya dalam pers release yang disampaikan kepada pihak media, Selasa (6/4/2020) di Jakarta.

“Masukan kepada DPR terkait dengan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini berhubungan dengan nasib kaum buruh yang perlu diperjuangkan, dalam hal ini khususnya yang berhubungan dengan cluster ketenagakerjaan.” jelas Andi Naja.

Masukan dan gagasan kami itu adalah visi Ketenagakerjaan Gotong Royong yang diinspirasi oleh Sistem Hubungan Industrial Jepang. Untuk itu, saat ini pihaknya memajukan sandingan untuk mengisi RUU CiptaKerja (RUU Omnibus Law) klaster Ketenagakerjaan dengan konsep Hubungan Industrial Gotong Royong dengan belajar dari pengalaman hubungan Industrial Jepang. “Inilah yang kami namai Revolusi Mental Perburuhan,” jelasnya .

Lebih detailnya, ia merinci, dalam Draf RUU yang diserahkan oleh Pemerintah kepada DPR bulan Februari lalu, terdapat 685 halaman, sedang untuk Ketenagakerjaan dimulai dari halaman 554 sampai dengan halaman 582.

Liputan JUGA  Peduli Dampak Covid-19, Ketua IIPG Riana Sari Arinal Serahkan Bantuan ke Masyarakat Pesibar

“Jangan sampai, judul undang-undangnya namanya “CIpta Kerja”, tetapi nyatanya sebenarnya tidak banyak mengatur tentang nasib buruh. Malahan lebih cocok jadi UU kemudahan berinvestasi nampaknya.Karena, yang menyangkut buruh sangat sedikit sekali”jelasnya.

Dalam kajian yang dilakukan oleh SBSI, lanjutnya, ada beberapa temuan yang membuat RUU Cipta Kerja ini membingungkan.

Misalnya, Pasal 170 :

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.