Simposium Amerika Eropa (SAE) Turki Daring Tanggal 26 – 28 Juni 2020

Webinar kedua ditayangkan di channel youtube PPI Turki bertemakan Sektor Publik dengan judul “Implementasi Big Data dalam Pelayanan Publik” yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pengembangan Model Statistik BPS Indonesia Setia Pramana Ph.D. dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Viryan S.E., M.M.

Webinar kedua ini dihadiri oleh hampir 30 orang dari delegasi masing-masing negara wilayah Amerika dan Eropa. Narasumber pertama yang sering disebut pak tio menyatakan bahwa “setiap kegiatan di penggunaan Big Data butuh kontribusi dari stakeholders karena kita bukan hanya menghasilkan data tapi menggunakan data dari stakeholders baik masyarakat, pelaku bisnis, akademisi, pemerintahitu dibutuhkan karena semua tanpa kontribusi dan kolaburasi antara stakeholders ini tidak akan bisadigunakan dengan maksimum” ujar pak tio.

Narasumber kedua Viryan Azis menyatakan” proses pemungutan suara di Indonesia semakin menjadi rujukan dari banyak pihak, menurut beberapa lembaga pegiat pemilu dan demokrasi internasional, bahkan ada salah satu NGO internasional yang mengatakan, praktek pemungutan dan penghitungan suara di Indonesia itu salah satu yang terbaik di dunia” ujarnya.

Webinar ketiga ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Agrikultur dengan judul “Peran Digitalisasi dalam Bidang Pertanian, dan Perikanan di Indonesia” yang disampaikan oleh Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. dan CEO Ternaknesia.com Dalu Nuzlul Kirom S.T.

Webinar keempat ditayangkan di channel youtube PPI Turki bertemakan Pendidikan dengan judul “Academic Impact on Digital Education” yang disampaikan oleh Rektor Universitas Istanbul Sabahattin zaim Prof. Dr. Mehmet Bulut. Menurut beliau “look at the future in 2030 or 2050 indonesia and turkey will be the top 5 of world economics in the future well educated young generation, will play roll for leadership of this to country”.

Webinar kelima ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Seni dan Budaya dengan judul “Pengaruh Digitalisasi terhadap Seni dan Budaya di Indonesia” yang disampaikan oleh Peneliti di USI UNESCO chair. Puspita Ayu Permatasari, M. Rech., Ph.D. (cand.) dan Direktur Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, Ph.D.

Wartawan : ASM

Editor : SF

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *