Resesi Jepang Minus 27,8%

“Kontraksi tajam itu tidak dapat dihindari mengingat keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diciptakan oleh virus corona,” kata Yuichi Kodama, kepala ekonom di Meiji Yasuda Research Institute, mengutip Nikkei Asian Review.

“Yang penting adalah mengembalikan ekonomi ke jalur pemulihan,” tambahnya.

Kontraksi ekonomi yang tajam di kuartal April-Juni itu juga telah menghapus sebagian besar pertumbuhan yang dicapai di bawah program Abenomics, program ekonomi khas Perdana Menteri Shinzo Abe. Ekonomi Jepang telah tumbuh dalam delapan tahun terakhir di bawah kepemimpinan Abe.

Akibat kemunculan wabah asal Wuhan, China itu, kini prioritas utama pemerintah Abe adalah mengendalikan wabah virus corona sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal, kata Kodama.

“Membantu membangun kembali industri yang paling terpukul oleh pandemi, seperti restoran dan pariwisata, adalah tugas yang mendesak, begitu juga dengan mempercepat digitalisasi ekonomi, sebuah area di mana pandemi telah menunjukkan bahwa Jepang gagal,” lanjut Kodama.

“Rencana kesinambungan fiskal jangka panjang juga perlu dirumuskan setelah defisit pemerintah meningkat tajam,” pungkas Kodama.(JB01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *