Jumlah wilayah yang berstatus “awas” meningkat jika dibandingkan peta peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG yang dirilis pada 23 Agustus 2020. Berdasarkan data akhir Agustus itu, jumlahnya baru 21 wilayah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo mengatakan, peningkatan itu terjadi karena musim kemarau di Indonesia sedang berada di fase puncaknya (Agustus-September). Kini, sebanyak 87 % wilayah Indonesia dilanda kemarau.
Penyebab lainnya adalah pola aliran udara yang masih berupa aliran udara timuran dari Australia yang kering. “Sehingga potensi hujan di wilayah-wilayah, (seperti) NTT, NTB, Bali, dan Jawa Timur belum banyak,” kata Mulyono, Minggu (06/09/2020).(JB01)
