Martubung Kembali Dikepung Banjir

Banyak warga yang terganggu akitivitasnya terutama pedagang yang mencari nafkah berjualan di Pajak YUKA Martubung. “Setiap hujan deras turun, banyak warga yang tak bisa berjualan di Pajak YUKA untuk mencari nafkah”kata Br Sinaga salah seorang warga.

DM Simanjuntak (63) salah seorang warga Komplek YUKA sangat menyesalkan Pemko Medan yang terkesan tidak peduli terhadap penderitaan warganya yang setiap hujan deras turun menjadi korban banjir. “Terjangan banjir sudah berulangkali terjadi dan sejumlah media pun sudah berulangkali mengeksposnya, namun Pemko Medan tidak pernah memberi perhatian. Padahal akibat banjir tersebut warga mengalami kerugian karena peralatan rumah tangga sudah sering rusak terendam banjir”katanya.

Sementara banjir juga menerjang ratusan rumah di Perumnas Griya Martubung. Banjir terparah terjadi di Blok 1,2,3,6,8,9 dan 11. Sejumlah rumah di pemukiman ini digenangi air mencapai tinggi 30 cm – 40 cm. Sedangkan sejumlah ruas jalan juga dikepung banjir yang tingginya mencapai 50 cm. “Sejumlah warga menguras genangan banjir dengan peralatan seadanya.

Banjir juga menerjang Komplek TNI-AL BTN Martubung. Akses jalan di sini tergenang air setinggi betis orang dewasa. Sementara sejumlah rumah warga digenangi air setinggi mata kaki. “Hingga saat ini air banjir sudah menggenangi rumah kami setinggi mata kaki. Semoga hujan tidak turun lagi agar ketinggian air tidak bertambah”kata Linggom Tumanggor salah seorang warga kepada medanbisnisdaily.com, Selasa (15/9/2020) pagi.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *