oleh

Perang Dunia III Amerika – China Bisa Pecah Karena Ini…

GUAM – LIPUTAN68.com – Angkatan Perang Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer, kali ini melibatakan hamper seluruh matra dan diadakan dalam skala yang besar, US Army, USAF, USMC dan US Navy terlibat dalam latihan militer yang diadakan di Guam.

Dengan kode latihan “Valiant Shield”, latihan militer ini ditujukan untuk mempersiapkan diri menyambut perang terbuka menghadapi ketiga angkatan perang China, yakni PLA Army, PLAAF dan PLAN.

AS mengerahkan 11.000 prajurit, 100 pesawat tempur, dan kapal induk USS Ronald Reagan ke Pasifik Barat.

Jelas “Valiant Shiled” membuat China langsung “terhentak”. Dikutip pikiran-rakyat.com, latihan ini mendapatkan respon dari China, dan negara tirai bambu ini langsung mengeluarkan statemen “siap perang” menanggapi tantangan AS ini.

Liputan JUGA  AKANKAH KLAIM RUSIA YANG MENYETUJUI PENGGUNAAN VAKSIN DI PERTENGAHAN BULAN AGUSTUS AKAN MENJADI KENYATAAN

Washington memang sedang gencar-gencarnya menggelar latihan perang di kawasan Indo-Pasifik, ini disebakan manuver Beijing di Laut China Selatan dan Timur.

Laksamana Muda Michael Boyle, Kepala Operasi Maritim Armada Pasifik AS menyatakan bahwa operasi ini akan memberi peluang pihaknya menambah “kemampuan mematikan”.

Komandan Angkatan Udara AS di Pasifik Jenderal Charles Q. Brown Jr. menegaskan pada awal tahun ini bahwa wilayah Indo-Pasifik merupakan “prioritas utama”. “Indo-Pasifik masih menjadi kawasan paling penting di dunia dan menjadi medan perang prioritas bagi Kementerian Pertahanan AS,” tuturnya.

Media pemerintah Republik Rakyat China (RRC), Global Times, meminta rakyat Tiongkok untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan peperangan.

“Kita punya sengketa wilayah di beberapa negara tetangga yang dihasut AS untuk melawan China,” kata media tersebut.

Liputan JUGA  Penyerahan Surat Kepercayaan Dari 7 Negara Sahabat Kepada Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan

“Masyarakat Tiongkok harus punya keberanian nyata untuk terlibat secara tenang dalam peperangan yang punya tujuan membela kepentingan utama negara dan bersiap menanggung biayanya,” sambung mereka.

China telah sering menggelar latihan militer di Laut China Selatan dan sekitar Taiwan. Beijing juga terus meningkatkan ancaman terhadap sejumlah wilayah lain, termasuk Guam yang menjadi teritori AS.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison memperingatkan perang antara AS dengan Tiongkok merupakan “ancaman yang nyata”. Perang Dunia III kemungkinan bisa pecah di kawasan Indo-Pasifik yang dipicu berbagai provokasi China terhadap negara-negara tetangga.

Morrison menyebut bahwa peperangan di antara kedua negara itu “tidak bisa dibayangkan”. Morrison mendesak kedua belah pihak untuk bisa “menghormati hukum internasional” agar ketegangan bisa segera teredam.

Liputan JUGA  LORD GOLDSMITH: "STANDAR LEGALITAS PRODUK KAYU INDONESIA MEMUDAHKAN MASUK PASAR INGGRIS"

Baik AS maupun China sudah begitu sering “bermanuver” di Laut China Selatan dengan menggelar latihan militer di sana.

Michael Auslin pengamat militer dari Institusi Hoover Universitas Stanford mengatakan, AS dan China bisa saja tiba-tiba “terantuk” dan menimbulkan konflik berdarah. “Anda punya banyak pulau yang diperebutkan, saling bertabrakan, saling mengintimidasi dan memperburuk hubungan,” tuturnya.

“Baik Beijing atau Washington tak ada yang menginginkan perang. Namun, saya khawatir mereka bisa “terantuk”,” pungkas Michael. (SS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.