Liputan KESEHATAN

Benarkah Orang Berkacamata Berisiko Lebih Rendah Terkena Virus Corona ?

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 September 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com – Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan mengatakan untuk beberapa alasan tertentu, mereka yang berkacamata cenderung lebih kecil beresiko terkena virus corona. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Ophthalmology JAMA, menganalisis data dari 276 pasien dengan Covid-19 dan usia rata-rata 51 tahun di sebuah rumah sakit di Provinsi Hubei, Cina.

Mereka menemukan bahwa hanya 6% pasien yang memakai kacamata miopia (bukan lensa kontak), sedangkan proporsi orang dengan miopia di provinsi tersebut mencapai 31,5% pada penelitian sebelumnya (menurut Organisasi Kesehatan Dunia, miopia setidaknya 27% secara internasional) .

“Sebuah studi provokatif yang meningkatkan kemungkinan bahwa pelindung mata pada populasi umum mungkin menawarkan perlindungan terhadap Covid-19,” kata Lisa Maragaki, seorang profesor epidemiologi di Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, menurut AMPE.

Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa masih terlalu dini untuk merekomendasikan bahwa setiap orang memakai kacamata atau masker mata, karena penelitian di China dilakukan pada sampel kecil pasien di satu rumah sakit dan hanya menemukan korelasi, bukan hubungan sebab-akibat.

Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan apakah mereka yang berkacamata atau menggunakan masker, terutama di tempat umum, lebih sedikit berisiko terkena virus corona.

Menurut salah satu peneliti dari Second Affiliated Hospital of Nanchang University, Yiping Wei, penggunaan kacamata dapat mencegah tangan kita agar tidak sering menyentuh mata. “Mencegah pemakainya menyentuh mata, sehingga menghindari penularan virus dari tangan ke mata,” ungkap Wei.

Selain itu, kacamata juga berpotensi melindungi risiko penularan Covid-19 lewat droplet. Pasalnya, droplet yang keluar dari mulut seseorang saat berbicara tidak akan langsung terciprat ke mata.

“Meskipun ini adalah studi observasional dan Anda tidak dapat menyimpulkan sesuatu dengan pasti, ada saran bahwa pelindung mata dalam bentuk apapun dapat mengurangi risiko Anda terinfeksi,” ucap Dr Amesh Adalja, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security, di Baltimore.

Sejauh ini, rekomendasi otoritas kesehatan di seluruh dunia berfokus pada triptych: masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Menyentuh mata dengan tangan yang terinfeksi mungkin memungkinkan virus masuk ke tubuh, karena mata memiliki reseptor seluler yang memungkinkan virus corona baru untuk menempel padanya.

Oleh karena itu, berbagai macam protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, rutin mencuci tangan, dan menjaga jarak harus tetap dilaksanakan untuk mengoptimalkan perlindungan dari risiko infeksi Covid-19.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian