MEDAN – LIPUTAN68.COM – Komunitas Relawan Bobby Nasution sepakat dengan apa yang dikatakan oleh calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang ingin mendorong semua anak muda Kota Medan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Medan yang lebih baik.
Hal ini tentu terkait dengan kemunculan sosok calon pemimpin muda yang inovatif dan siap mencurahkan semua ilmu dan tenaga untuk kota Medan yang berkah. Bobby Nasution memiliki segudang inovasi untuk pembangunan Kota Medan, dan ia pun siap berkolaborasi dengan Aulia Rahman, calon wakil Wali Kota Medan yang juga sama-sama masih berusia muda. Pengalaman saja tidak cukup, karena perlu inovasi untuk memajukan sebuah kota metropolitan, terutama inovasi digital.
Hal ini juga dikatakan oleh Bobby Nasution saat ia mengadakan silaturahmi bersama sahabat almarhum ayahnya, yaitu para pensiunan pegawai PTPN II, III dan IV. Acara ini mengunggah tema Tips Untuk Mencegah Penularan dan Memelihara Kesehatan. Bertujuan juga untuk sosialisasi Covid-19, acara ini diadakan dengan suasana hangat dan akrab di Restoran Lembur Kuring Medan, 25 September 2020.
“Ada yang menyampaikan pikiran anak muda, merupakan pikiran anak-anak. Tapi justru di masa pandemi Covid-19 ini, anak muda yang dibutuhkan. Karena selama ini menerapkan digital teknologi setiap harinya,” jelas Bobby yang sangat yakin bahwa era generasi milenial ini adalah kebangkitan yang positif, terutama bagi pembangunan keseluruhan di Kota Medan menuju ke arah lebih baik.
Ia mencontohkan bagaimana pandemi Covid-19 justru mendorong banyak anak muda berlomba-lomba dalam membuat inovasi. Bobby sendiri telah memutuskan untuk menggandeng H. Aulia Rahman dalam Pilkada Medan 2020, yang ia anggap sosok yang masih muda dan juga sangat berpengalaman.
Bobby menyayangkan ekonomi kerakyatan Kota Medan yang tidak didukung teknologi digital, dimana hanya beberapa orang saja yang memanfaatkannya. Padahal, jika hal ini sudah diaplikasikan sejak lama di berbagai sektor, maka Kota Medan tidak akan jalan di tempat seperti saat ini. Hal inilah yang akan segera digiatkan oleh Bobby dan Aulia, dimana saat ini semua sektor, mulai ekonomi hingga pendidikan sangat tergantung pada teknologi digital.
“Padahal, jika digitalisasi di bidang ekonomi ini diterapkan sejak lama, tentu dampak ekonomi di Kota Medan tidak seperti ini. UMKM tentu bisa bertahan lebih baik,” katanya lagi.
