Kemudian, media ini cross check informasi ke Perbekel Sambangan Nyoman Sudarsana yang lazim dipanggil Gading, serta Plt Ketua BUMDes Sambangan Kadek Merta Yudana.
Ditemui secara bersama-sama di ruang kerja Perbekel Sudarsana, Rabu (7/10/2020) siang, Plt Ketua BUMDes Kadek Merta Yuda mengakui bahwa kini terjadi krisis air bersih di Desa Sambangan. Namun setelah dirinya ambil alih manajemen BUMDes terus berupaya mengatasi kriris air itu dengan kemampuan yang ada.
”Saat ini kami mengalami kendala di debit yang semula ada 7 liter perdetik menjadi 3 liter untuk 1.096 konsumen yang ada di tiga titik. Solusinya ada sodetan dari Tukad Banyumala itu yang digunakan untuk mensuplay konsumen sehingga proses itu menjadi giliran masyarakat mendapat air bersih,” jelas Kadek Merta.
Dipaparkannya, di tahun 2021 mendatang rencananya akan diusulkan anggaran agar bisa mengambil air bersih di Desa Wanagiri yang nantinya bekerjasama dengan BKSAD dan 4 desa terdekat. “Kami sudah koordinasi dengan pak kades karena dana yang akan dianggarkan mencapai Rp 1,8 miliat maka nantinya akan secara bertahap dengan mengacu pada Pamsimas karena dari sumber di Wanagiri sampai dusun Babakan mencapai 11 km,” kata Kadek Yudana.
Kini 1.096 konsumen menjerit dan bergiliran mendapatkan air bersih dari instalasi pasalnya debit /sumber air yang ada di hutan selatan mulai menurun disamping itu isntalasi / saluran pipa sedang dalam perbaikan.
BUMDes Sambangan yang bergerak di bidang pariwisata dan pengelolaan air bersih kini hanya mengelola keuangan kas Rp 84 juta termasuk dana yang digunakan Gede Fery, Rp15 juta kas yang dipegang kini amblas juga pasalnya digunakan untuk perbaikan instalasi demi kebutuhan air bersih masyarakat Sambangan.
Sementara Kades Sambangan Nyoman Sudarsana menjelaskan bahwa memeang Feria da tunggakan di BUMDes tetapi tidak sebesar Rp 250 juta yang diisukan di masyarakat. “Untuk Fery kemarin telah mengakui menggunakan uang BUMDes untuk biaya ibunya sakit dan itu siap nantinya di kembalikan lagi dalam waktu dekat dengan membuat pernyataan,”ujar Sudarsana.
Penulis/Editor: Francelino
