FENOMENA GLOBAL KEBANGKITAN ISLAM MENJADI STRATEGI POLITIK LOKAL: Sebuah Langkah Jitu Bung Andi Dalam Memenangkan Kontestasi Pilkada Labuhanbatu
Oleh: DR. H. Bukhori Fasha Marfin, M.Pd
Bada Tasbih, Tahmid dan shalawat
Kebangkitan Islam di akhir zaman adalah sebuah keniscayaan yang akan terjadi sesuai dengan yang dikabarkan manusia terbaik di muka bumi yaitu Rasulullah SAW. Kronologi Kebangkitan dan Keruntuhan Islam merupakan hal penting bagi ummat Islam perlu analisis dan mempelajari konteks historis yang lampau. justeru selain mengatakan bahwa Islam akan kembali gemilang di akhir zaman, dalam Hadits Rasulullah SAW yang menjadi nash-nash dan dasar bagi ummatnya juga mengisyaratkan bahwa kebangkitan itu akan bermula dari Timur. Banyak hadis-hadis mengenai hal ini di antaranya : Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim itu, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang bendera Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).
Dalam dunia Islam ada dua Timur, yaitu Timur Tengah dan Timur jauh (Asia Tenggara). Bila diukur dari segi peluang, kewibawaan dan pengamalan Islam, Timur jauh mengatasi Timur Tengah. Besar kemungkinan Timur yang dimaksud dalam hadist adalah Timur jauh (Asia Tenggara). Di Timur jauh satu bangsa yang menonjol pengamalan Islamnya dan belum pernah menjadi empire dunia, setelah pasca-kolonialis-imperialis, telah bukti bahwa di Asia tenggara ini mayoritasnya Muslim 80% adalah bangsa Melayu yang terbesar yang meliputi terutama Negara Indonesia dan Malaysia, selain Brunei, Patani (Selatan Thailand), dan Mindanao (Selatan Filipina). Tahap kebangkitan dan pengamalan Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei melebihi bangsa lain di Timur Tengah seperti Turki, Saudi, Mesir, Suria, Jordan, Irak, Iran dan sebagainya. Kerusuhan dan Keadaan Hingar-bagar telah tertimpa di Timur Tengah. Seambisi Barat telah dikuasai Timur Tengah, sejak keruntuhan kerajaan Dinasti Utsmaniyah 3 Maret 1924 M, sehingga mereka mencetus agenda kolonialis-imprialis untuk mencapai tujuan motif mereka yaitu memusnahkan negara-negara Islam.
Secara Aktualisasi Asia Tenggara terus menerus menemukan tempatnya. Kawasan strategis ini semakin menarik perhatian dunia, baik dalam aspek politik, ekonomi, kebudayaan, agama maupun akademis. Wacana Asia Tenggara dari aspek perkembangan agama khususnya Islam pada kebangkitan akhir zaman ini. Diakui banyak pengamat, Asia Tenggara modern adalah sebuah kawasan dimana gejolak Islamnya menunjukkan dinamika yang sangat menarik. Menurut Moeflich Hasbullah dalam buku “Asia Tenggara: Konsentrasi dan Kebangkitan Islam” (2003), Asia Tenggara adalah kawasan yang dihuni bangsa Melayu dan mendiskusikan kesempatannya menjadi sebuah konsentrasi peradaban Islam di masa depan.
“Tesis kembali kepada Islam ini telah sering kita dengar, tetapi sesungguhnya belum banyak tulisan dan buku yang mendeskripsikan proses-proses tersebut, terutama perkembangan Islamisasi dan ketegangan-ketegangan politik-sosial-kultural yang menyertainya pada dekade terakhir menjelang milenium ketiga.” (Moeflich, 2003). Lebih dari sekadar uraian tentang bangkitnya Islam, memperdebatkan peluang Asia Tenggara menjadi konsentrasi peradaban Islam dalam kurun abad ke-21 mendatang. Para pengamat telah meneliti hal ini mencoba mengeksplorasi potensi-potensi Asia Tenggara, Islam dan dinamika perubahan sosial politiknya pada dekade tahun 1990an
Ditinjau dari sudut ini bangsa Melayu (Nusantara dan Serumpunnya) sudah mempunyai sifat asas untuk mulai mewarisi dunia Islam yaitu : beramal soleh, persiapan generasi muda yang Islami dan Qur’ani. Beberapa tokoh dan penulis dunia diantaranya : Malik bin Nabi (penulis Perancis), Dr. Abdus Sallam Harras (Univ. Qarawiyyun Maroko), Judith Nagata (penulis Amerika), Mahmud Bajahji (mantan PM Irak) juga meyakini bahwa kebangkitan Islam akan bermula dari Asia Tenggara, dengan tulang punggungnya Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Injeksi pengaruh global ini berbanding lurus dengan strategi politik nasional dalam kontestasi percaturan politik lokal dan daerah dan sebuah langkah tepat apabila momen ini dijadikan sebuah langkah bijak untuk memenangkan kontestasi dengan menjadikan fenomena kebangkitan Islam ini sebagai strategi pemenangan yg elegan dan bermartabat.
H. ANDI SUHAIMI DALIMUNTHE, ST, MT sebagai bupati labuhanbatu yang dikenal dekat dengan ‘alim ulama dan kaum muslimin sedang dan akan membangun eksistensi kekuatan politiknya dan tampaknya akan menjadikan ini sebagai strategi pemenangan kontestasi. Langkah-langkah konkrit yg beliau lakukan dalam konsep strategi ini tampak jelas dari 12 program keummatan yang telah beliau jalankan, 10 program tersebut adalah sebagai berikut :
1. Beasiswa S1 Ke Universitas Al Azhar Cairo Mesir
2. Honor Insentif Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA)
3. Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
4. Program Umroh Gratis
5. Bantuan Hibah Pondok Pesantren
6. Bantuan Hibah Panti Asuhan
7. Pembinaan Imam, Khatib dan Da’i
8. Insentif Marbot Penjaga Masjid, guru mengaji dan bilal mayit
9. Program Hari Besar Islam
10. Jum’at Keliling
11. Peduli Yatim dan fakir miskin serta peningkatan ekonomi ummat
12. Membangun dan Memakmurkan masjid
Dalam waktu yang relatif singkat 12 program keummatan ini telah dilakukan dan on progress program keummatan yang lain akan segera rilis seiring komitmen beliau dalam mensinergikan peran ‘alim ulama dengan kiprah umaro’ sebagai aplikasi konsep balancing life (Keseimbangan kehidupan) pada prioritas aspek sosial kerakyatan dengan menstimulasi para aghniya (dermawan) gemar dalam berzakat, berinfaq dan shodaqoh dan orang orang lemah (mustadh’afin) berdaya dengan stimulasi zakat, infaq dan shodaqoh tersebut.
Adapun program keummatan berikutnya yang sangat populis di kalangan kaum muslimin dan dipandang mampu mengangkat elektabilitas H. ANDI SUHAIMI DALIMUNTHE, ST, MT adalah :
1. Pembangunan Universitas Islam Negeri Labuhanbatu.
2. Penguatan Zakat, Infaq, shodaqoh melalui badan amil zakat berbasis masjid untuk meminimalisir kejahatan sosial dampak dari kemiskinan
3. Pemberdayaan masjid sebagai sentralisasi Ibadah dan Khidmat melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Labuhanbatu.
4. Pembangunan Pesantren Tahfidzul Qur’an Islamic Centre Labuhanbatu.
5. Program Islamisasi Ilmu Pada Pelajar Muslim di Sekolah-Sekolah Negeri.
6. Gerakan Ekonomi Syariah dengan mendirikan Bank Perkreditan Syariah (BPRS) Kabupaten Labuhanbatu.
7. Islamisasi Sosial Budaya pada peringatan Hari Besar Islam.
8. Pembentukan Tim Pengawas Syariah dalam mengawasi Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Labuhanbatu.
9. Gerakan Anti Rasuah di lingkungan birokrasi pemkab labuhanbatu.
10. Gerakan hidup sehat ruhani dan jasmani dengan menjauhi perilaku penyimpangan seksual, pemberantasan peredaran narkoba, miras dan sejenisnya dengan mengeluarkan perda perda syariah yang terkait hal hal negative tersebut.
Sinkronisasi fenomena global dan local ini penulis pandang sebagai sebuah langkah jitu dan adaptable terhadap peluang masa depan yang dilakukan oleh petahana Bung Andi Suhaimi dalam memenangkan kontestasi Pilkada Labuhanbatu 2020, di saat bapaslon lain tidak concern dalam hal ini.***
Penulis adalah praktisi dan pemerhati Pendidikan Islam.
(M-01)

Tinggalkan Balasan