Mahmud menjelaskan bahwa jembatan Rengas Pulau ini jika tidak diperbaiki akan menimbulkan risiko kecelakaan yang berbahaya bagi pengendara yang melintas.
“Bahayanya ini macem-macem, bisa terperosok kendaraan karena kan yang dilintasi sungai, risikonya sangat besar. Maka kami berantusias untuk segera memperbaiki. Kalau jatuh sampai ke sungai belum, atau kalau terperesok sudah selalu lah. Sebelum yang fatal terjadi, kita perbaiki ini,” ujarnya.
Mahmud menuturkan bahwa untuk memperbaiki jembatan dibutuhkan biaya belasan juta rupiah untuk ratusan batang besi yang nantinya akan disisipkan ke besi yang sudah keropos.
Tampak warga secara bergantian melakukan pengelasan besi penyangga. Mereka akan berhenti sejenak jika ada pengendara yang hendak melintas.
Diantaranya ada Agus, pengendara yang rutin melintasi jembatan kelurahan Rengas Pulau ini. Agus menilai jembatan kelurahan Rengas Pulau sudah tidak layak untuk dilintasi pengendara secara normal.
“Kalau dilihat yang pasti udah gak layak lah, coba bandingkan sama Kecamatan Medan Deli itukan kokoh, kalau ini goncangan nya kuat juga. Terus kalau malam juga gelap. Kita berharapnya lihat warga melakukan perbaikan mandiri ini, pemerintah harapnya peka dengan kondisi saat ini. Ini akses banyak orang, kalau nanti putus gimana,” kata Agus.
Kedepannya, Mahmud begitu berharap adanya perhatian dari pemerintah secara nyata. Hal ini dikarenakan beberapa tahun lalu sudah pernah ada survey untuk jembatan namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Pemko Medan.
“Pemerintah tolonglah bantuannya yang jelas. Bolak-balik ditinjau sampai saat ini reaksinya tidak ada. Cuma harapan-harapanlah yang kami dengar. Sementara ini belum ada bantuan. Kalau nunggu pemerintah sampai kapan, keburu runtuh ini,” harap Mahmud. (cr13/tribun-medan.com)
