JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Dewan Pimpinan Pusat organisasi kemasyarakatan pendukung Joko Widodo, Projo, mengkritik kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju yang dinilai tak maksimal di tengah penanganan pandemi covid-19 dan resesi ekonomi.
“Projo melihat kinerja kabinet tidak maksimal, kurang greget,” kata Sekjen Projo, Handoko, dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari cnnindonesia.com, Selasa (20/10).
Menurut Handoko, Jokowi dihadapkan dengan ujian berat berupa pandemi covid-19 di periode kedua Jokowi ini. Untuk itu, krisis pandemi harus segera ditangani dengan kerja ekstra keras, kecepatan, dan akurasi tinggi.
“Kondisi ini seharusnya dimaknai sebagai peluang bagi kabinet untuk menunjukkan militansi dengan gebrakan yang extraordinary untuk mengatasi keadaan,” terang Handoko.
Handoko menyatakan hasil survei terbaru menunjukkan bahwa publik kurang puas terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf. Bahkan, Jokowi secara terang-terangan juga menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja kabinet dalam menghadapi pandemi covid-19.
Ia menilai kerja ekstra jajaran kabinet belum dilakukan sesuai harapan Jokowi. Padahal, menurutnya, masyarakat sangat berharap para menteri bisa menunjukkan kerja profesional dalam menjalankan program pemerintah.
“Presiden belum merevisi penilaiannya bahwa kinerja sejumlah menteri pada masa pandemi ini tidak extraordinary,” tutur Handoko.
Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi pandemi, kerja keras saja tidak cukup. Kata dia, kabinet harus solid dan tak terpecah karena kepentingan jangka pendek.
