Buleleng Jalin Kerja Sama dengan Kabupaten Badung

Agus juga mengungkapkan, ketahanan ekonomi Bali mau tidak mau masih sangat bergantung dengan pariwisata. Untuk mendukung sektor pariwisata tersebut, keunggulan komparatif pertanian Buleleng juga harus dijaga. Keunggulan buah lokal Buleleng terletak pada buah yang baru matang. “Jadi, sangat memungkinkan untuk diserap oleh dunia pariwisata,” ungkapnya.

Disinggung mengenai keinginan Agus tersebut, I Nyoman Giri Prasta yang juga hadir pada Lokasabha VIII MGPSSR Buleleng ini sebagai Ketua MGPSSR Bali menyebutkan hal ini memang merupakan kerja sama antar daerah. Kabupaten Badung melihat seluruh kabupaten/kota di Bali harus bersinergi. Dalam masa pandemi Covid-19, akan timbul prinsip baru yaitu menggunakan dan mengkonsumsi produk lokal.

“Jadi apa? Kalau memang produk tersebut seperti buah dan sayuran yang bisa diproduksi di Bali, kenapa tidak hotel kita memakai produk tersebut. Maksudnya menjadi tuan di rumah sendiri,” sebutnya.

Senada dengan Agus, dirinya menambahkan sebenarnya kerja sama ini sudah berjalan. Tinggal menyusun regulasi berkenaan dengan Perda yang akan disesuaikan dengan Peraturan Gubernur Bali. Ini dikarenakan kerja sama antar daerah dengan Buleleng dan kabupaten lainnya adalah sebuah warisan dari para pendahulu-pendahulu yang ada di Bali. “Sehingga kerja sama akan terus dilakukan dengan semua kabupaten/kota di Bali. Tidak hanya dalam bidang pertanian semata,” pungkas Giri Prasta. (frs)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *