Singaraja, LIPUTAN68.com – Kabupaten Buleleng, Bali, melakukan panen perdana varietas benih padi M70D atau Moeldoko 70 Day. Varietas ini dipastikan dapat menghasilkan lebih dari delapan ton gabah kering per hektarnya.
Panen perdana dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dalam panen padi demplot M70D di Subak Buug, Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng, Jumat (13/11/2020).
Sutjidra menjelaskan, sejak pertama kali dikenalkan oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, M70D bisa menghasilkan 8,8 ton dari satu hektar sawah. Varietas ini sangat menjanjikan. “Nantinya, jika bisa terjadi intensifikasi dan optimalisasi lahan pertanian tentu bisa meningkatkan produksi beras di Buleleng sehingga adalagi lumbung pangan baru di Buleleng,” jelasnya.
Di Subag Buug ini lazimnya panen padi yang didapatkan dengan varietas lain mengalami kendala cukup banyak. Para petani hanya bisa mendapatkan hasil panen kurang dari 50 persen. Adanya varietas baru ini telah dirasakan manfaatnya oleh para petani. “Di tengah kondisi lahan yang kritis dimana kekurangan air, varietas M70D tersebut dapat bertahan dengan hasil panen di atas rata-rata,” ujar Sutjidra.
Sutjidra yang juga selaku Dewan Pembina HKTI Kabupaten Buleleng ini juga berharap kepada Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang bekerja sama dengan HKTI Buleleng agar mempersiapkan kebutuhan bibit M70D kepada para petani di Buleleng. Kedepannya kita berharap kesejahteraan petani dapat meningkat juga. “Melalui kerja sama dengan HKTI, diharapkan petani dapat merasakan dampak ekonominya,” harapnya.
