Soekirman berterimakasih kepada pihak yang menggugatnya di PTTUN. Pasalnya gugatan tersebut justru melahirkan empati yang sangat besar kepada dia untuk maju di Pilkada Sergai. Masyarakat semakin tau siapa sebenarnya yang serius untuk melanjutkan pembangunan Sergei.
“Masyarakat semakin tau, siapa yang gila jabatan dan siapa yang tulus untuk membangun. Masyarakat semakin banyak memberikan doa dan dorongan kepada saya untuk optimis menang. Dan itu terlihat nyata,” ujarnya.
Soekirman menambahkan bahwa pihak-pihak borjuis lokal sebaiknya mempersiapkan diri untuk menerima kemenangannya. Karena rakyat bersatu menuju pembangunan Sergai yang lebih baik. Menghentikan segala upaya intimidasi dan upaya penyiksaan demokrasi.
“Karena kita berdemokrasi, kita tidak pernah menghempang siapapun maju di Pilkada Sergai. Kita tau, rakyat hakim yang andal untuk menentukan pemimpinnya. Sebaliknya saya petahana, disiksa karena ingin melanjutkan pembangunan ini. Dianiaya dengan kebrutalan manuver oleh sejumlah pihak. Bahkan saya dihianati oleh sejumlah orang-orang yang semestinya ada bersama saya. Rakyat tau itu, dan saya yakin rakyat sedang mendayung perahu di laut lepas dengan ombak besar untuk menyelamatkan pemerintahan Sergei bersama dengan saya,” katanya.
(Dipa)

