Liputan EKONOMI & KEUANGAN

Polemik Dana PEN: Tirtawan Kritik Kebijakan Pemkab Buleleng

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 November 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Singaraja, LIPUTAN68.com – Polemik peminjaman dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) oleh Pemkab Buleleng, Bali, terus berlanjut. Bukan hanya Fraksi Golkar yang menolak, namun tokoh masyarakat yang juga politisiNasDem Bali Nyoman Tirtawan juga mengkritisi peminjaman dana PEN sebesar Rp 571 miliar lebih itu.

Melalui akun facebooknya Selasa (17/11/2020) sore pukul 15.00 wita, mantan vokalis DPRD Bali periode 2014-2019 itu menuding Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana malah menggali lubang bagi bupati penggantinya.

“Rp 571 miliar bayar hutang tiap tahun dengan APBD 350 Miliar selama 10 tahun? Ada bau dan indikasi busuk diakhir masa jabatannya,” kritik Tritawan dalam cuitannya di akub FB-nya.

Tirtawan menyarankan Bupait Agus untuk mewariskan prestasi kepada Bupati penggantinya dan masyarakat Buleleng, jangan mewarikan hutang kepada Bupati pengganti dan masyarakat Bulelneg.”Kenapa tidak mewariskan prestasi? Siapa yang mau mewarisi hutang? Kedok PEN misteri yang biki ngeri! Ada isu RSUD Buleleng yang masih baru dan kokoh mau dibongkar,disisi lain ada beberapa jembatan hancur akibat bencana alam sejak 3 tahun dibiarkan rakyat tanpa akses,” cuit Tirtawan dalam akun FB-nya.

Ia menyarankan agar Pemkab Buleleng di bawah kendali Bupait Agus melakukan pinjaman dan PEN untuk investasi yang memiliki prospek cemerlang jauh lebih elegan daripada digunakan untuk sector-sektor yang kurang relevan dengan kondisi pandemic Covid-19 ini.

“Jika pinjam uang untuk investasi yang memiliki prospek cemerlang oke! Contoh bangun DTW ( Daerah Tujuan Wisata) yang extraordinary best dimana setiap wisatawan berjubel datang serta mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat banyak plus mendongkrak PAD. Mampu menjadikan Buleleng sejajar dengan Badung dan lain-lain, itu baru hebat! Menggali lubang hutang? Apa mau Buleleng dimasukan ke lubang kuburan? No…..,” tandas Tirtawan lagi

Cuitan Tirtawan di akun FB-nya mendapat komentar banyak dari para netizen. Misalnya, tanggapan Dewa Putu Artawan yang berbunyi, “Ooooo…..ooooo…..singgah kemanakak dana tersebut……?”

Cuitan lain dari netizen dengan akun FB Adipta Made, yang berbunyi “Bakat gen bane neliksik ah .Tirtawan emang Top kritis Tapi sing ngelah sekea.” Cuitan juga datang dari netizen dengan akun FB Dewa Agus Nugraha Putra, “Bagus sekadi pak Nyoman Tirtawan !!!. Jadilah rakyat yang cerdas, agar tidak kena uluk uluk matah2”.

Begitu pula cuitan netizen dengan akun FB Udix. “Salut pak mang,,biar ngk jd wakil rakyat,,tp masih bisa mengoreksi kinerja pemerintah, saluttt.”

Dikonfirmasi atas cuitan-nya, Nyoman Tirtawan membenarkan kalau dana PEN yang hendak dipinjam Pemkab Buleleng tersebut kurang tepat dan belum pantas apalagi menggenjot adanya proyek, mengenyampingkan pariwisata Buleleng yang notabenenya lebih efektif dan patut dikembangkan dengan potensi yang ada.

“Kurang sikap kepedulian terhadap rakyat Buleleng yang membayar pajak, apalagi seperti jembatan yang diterpa banjir sampai kini tidak dibangun untuk memajukan ekonomi pedesaaan jangan melukai rakyat. Kalau desa maju pasti perkotaan akan maju ditunjang dengan invra struktur yang layak. Dilain pihak pasar Banyuasri dengan mengeluarkan banyak anggaran padahal tidak sangat urgen untuk dibuat semegah itu, apalagi itu pasar tradisional di bangun menjadi pasar modern sama dengan menyaingin usaha swasta. Dan RSUD Singaraja yang sudah nyata masih layak akan dibikin megah, mestinya Alkes dulu yang diutamakan sehingga setiap rakyat membutuhkan perawatan dapat terpenuhi dengan maksimal,” beber Tirtawan.

Tirtawan berharap pemerintah Buleleng lebih cenderung membangun pariwsata sehingga Buleleng menjadi contoh daerah lain untuk Study Banding apalagi rencana dibangun Bandara Bali Utara ini memiliki daya tarik tersebdiri bagi wisatawan manca negara.

“Buleleng dari segi pariwisata harus betul dimajukan, sehingga menjadi magnet-nya Bali bagi wisatawan itu sendiri, sehingga betah wisatawan itu tinggal di Buleleng dan itu harus dipikirkan, kalau tidak dibuat yang istimewa mana mungkin akan mau ke Buleleng. Seperti contoh kenapa kita ke Singapura hanya melihat patung, sedangkan pendirian Patung Bung Barno yang notabe-nya tanah kelahiran dari ibu presiden pertama saja belum terwujud sampai sekarang malah mementingkan pasar modern dengan nilai proyek begitu waooo,” sindir Tirtawan.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,S.T, dalam wawancara khusus dengan chanel youtube CATATAN FRANZ dan chanel youtube Sinar Timur TV menyebutkan Pemkab Buleleng mulai tertarik dan akan mengajukan permohonan peminjaman dana tersebut setelah mendapat pertimbangkan melalui sidang DPRD.

Disebutkan, PEN dengan bunga nol persen (0%) masih dalam tahap pengajuan permohonan sehingga tidak perlu diributkan karena belum tentu disetujui usulan tersebut. ”Dana ini bunganya 0 % , kita ajukan belum tentu kita dapat. Biar tidak salah nanti temen DPRD biar tidak larut dengan angka bahwa kita mengajukan 571 M itu hanya berupa proposal berapa diberikan kita tidak tahu. Yang jelas substansi dari pada PEN bagaimana mengembalikan ekonomi kita utamnya menggerakkan sektor-sektor ril yang bekerja disektor informal, yang stabil penghasilanya hanya PNS diluar itu kita tidak stabil. Pertanian pun yang dianggap secara sturktur tidak terdampak kenyataanya terdampak karena hasil produksinya menurun,” jelas Bupati Agus.

Selain pengembangan hasil produksi pertanian, Bupati diakhir jabatanya juga akan menggunakan dana PEN jika disetujui seperti untuk pemgembangan obyek wisata Danau Buyan, dan RSUD Singaraja, Gedung Olah Raga untuk memajukan Buleleng.

”Jangan berpikir untuk PEN ini disalah artikan dalam perspektif orintifnya, contoh saya pasang dana di stadion. Stadion ini harapan saya nanti bisa dikerjakan proyeknya bisa orang bekerja truk-truk ngankut pasir dan sebagainya, nanti kalau sudah jadi bisa ngundang club sepak bola sana sini nginap di Buleleng hotelnya maju. Kedepan harus terukur dong juga tak bisa ngaur-ngaur kita,” tandas Bupati Agus.

“Kita hajar Buleleng kita buat berubah. Saya bilang yang tidak ngerti ngambil ini untung tidak berani debat sama saya, kalau debat sama saya, saya bilang bodoh kamu. Dana itu untuk pembangunan Danau Buyan sebagai obyek destinasi Buleleng yang bagus, disektor mendasar dana kesehatan rumah sakit umum saya kalau tidak segera saya tangani ini berat dalam kondisi titik kulminasi yang nanti bisa menurun, kumuh, poliklinik tidak reprentatif lagi alat kesehatan sudah jadul. Kalau terus saya biarkan diserang oleh rumah sakit swasta tambah bangkrut lagi, nanti pelayanan kesehatan yang mendasar untuk sebuan indeks pembangunan manusia sebagai salah satu parameter seorang pemimpin tidak tercapai,” katanya. frs/jmg/*

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian