Lebih lanjut, melalui pelatihan ini, ia tidak menampik akan ada inovasi-inovasi maupun kreasi produk dari para pelaku UMKM. Untuk mewujudkan itu semua maka Disdagperinkop UKM menggelar pelatihan ini dengan mendatangkan narasumber yang memiliki kompetensi yang luar biasa. Narasumber tersebut juga memiliki keahlian di bidangnya. “Pada pelatihan ini para pelaku UMKM akan dilatih mulai dari cara mengemas produk hingga cara pemasarannya,” ucap Rousmini.
Sementara, Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengatakan melalui pelatihan ini para pelaku UMKM yang ada di Buleleng tetap tangguh di masa pandemi. Berdaya saing dan mandiri dalam melaksanakan aktivitas usahanya. Di samping itu, perluasan jangkauan penjualan produk juga diajarkan. “Lewat pembuatan katalog produk yang kemudian dipromosikan melalui wadah platform online,” katanya.
Melalui pelatihan yang bertujuan untuk pasar ekspor, semua pelaku UMKM akan diberikan berbagai pengalaman praktik eskpor. Pengalaman tersebut akan diberikan oleh narasumber secara komprehensif. Sehingga para pelaku UMKM Buleleng dapat melihat peluang pasar ekspor. ”Jadi pasar bukan hanya domestik saja akan tetapi juga pasar–pasar luar negeri. Sehingga produk – produk yang dihasilkan dari para pelaku UMKM Buleleng dapat mengenal pasar ekspor,” pungkasnya
Pelatihan kewirausahaan ini digelar selama tiga hari mulai dengan hari Selasa, 24 November 2020 hingga hari Kamis, 26 November 2020. Pelatihan ini mengambil tema “UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Ekspor Guna Mendukung The Spirit Of Sobean” dan diikuti sebanyak 30 pelaku UMKM Buleleng. frs/jmg/*

