Liputan KOLOM

Sejarah Kabupaten Cilacap

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, HP. 087864404347)

BACA JUGASejarah Kerajaan Galuh

A. Nusa Kambangan Cilacap Ibukota Makhluk Halus di Tanah Jawa

Kabupaten Cilacap dulunya berdiri tanggal 17 Januari 1678. Bernama Kadipaten Donan. Tempatnya di Pulau Nusa Kambangan atau Nusa Berambang. Dalam cerita tutur pedalangan disebut Nusa Kambana, Watu Masigid, Sela Marsigid atau Dhandhang Mangore. Kawasan ini memiliki kewibawaan tinggi, wana gung liwang liwung, bebasan gawat kaliwat-liwat, angker kepati-pati, jalm mara jalma mati, sato mara keplayu.

BACA JUGAGelar Budaya di Negeri Belanda

Tutur tinular kang wus lumaku. Cerita wayang purwa melukiskan kahyangan Nusa Kambana atau Dhandhang Mangore begitu wingit seram. Penguasa Nungsa Berambang bergelar Sang Hyang Pramoni atau Bethari Durga. Saat bertugas sebagai permaisuri di Kahyangan Junggring Salaka bebisik Sang Hyang Bathari Uma, yang memimpin widodari cantik. Beberapa literatur kesusasteraan menamakan Bethari Durga Umayi. Karaton Surakarta Hadiningrat memberi sesebatan Sang Hyang Bathari Kalayuwati.

Untuk menghormati raja Bidadari ini, Karaton Surakarta setiap tahun menyelenggarakan upacara wilujengan negara Maesa Lawung di Alas Krendha Wahana. Kepala kerbau atau sirah maesa Kebo Bule dipendham atau ditanam dengan sesaji ubarampe lengkap. Persembahan buat Bathari Kalayuwati ber-wujud daging mentahan, karena wadya bala atau pasukan kahyangan Nusa Kambana terdiri dari brekasakan bersiung bertaring. Prajurit Nusa Berambang merupakan raksasa makh-luk halus yang tidak kasat mripat.

BACA JUGAEufemisme Politik, Antara Nilai Rasa dan Fakta

Nungsa Berambang atau Donan Nusa Kambangan men-jadi ibukota makhluk halus yang tersebar di Tanah Jawa. Penguasa alam lelembut di tiap-tiap kabupaten harus tunduk pada perintah Sang Hyang Pramoni Durga yang berkedudukan di Watu Masigid Nusa Kambangan. Watu Masigid atau Sela Marsigid adalah istana kediaman Bathari Uma. Pembangunan istana Sela Marsigid mirip kayangan Suralaya yang serba emas gemerlapan. Bahan bangunan istana Sela Marsigid yakni emas, intan, mutu manikam, jumerut, ratna, suwarna, mutiara warna warni. Wajar sekali karena Sang Pramoni Durga adalah mustikane putri tetunggule widodari.

Sekedar untuk diketahui para makhluk halus yang menjadi bawahan Sang Hyang Pramoni Durga di Kahyangan Dhandhang Mangore atau Nungsa Berambang. Mereka adalah pemuka makhluk halus yang berkuasa atas wilayah tertentu. Misalnya Jin Balabatu di Blambangan Banyuwangi. Buta Locaya menguasai Kediri, Sidagori di Pacitan, Klenthing Mungil di Magetan. Jin Abur Abur berada di Madiun, Macan Puguh di Purwadadi, Kala Jangga di Malang, Pilang Putih di Cepu Blora, Dhadhung Awuk di Purworejo. Jin yang tinggal di Semarang bernama Barat Ketiga. Semua pemuka makhluk halus tiap tahun sowan ke Nusa Kambangan untuk caos glondhong pengareng-areng, peni peni raja peni, guru bakal guru dadi.

BACA JUGAPaku Buwana V Bapak Ilmu Pengetahuan Dunia

Adapun asisten yang bertindak sebagai carik sekretaris Sang Hyang Pramoni Durga yaitu Jin Trenggiling Wesi. Berdomisili di daerah Majenang. Segala perintah istana Watu Masigid atau Sela Marsigid pasti melalui Trenggiling Wesi Majenang. Properti istana Sela Marsigid dikelola oleh Jin Nyai Bathithing Tuban. Sedangkan busana kawidodaren untuk Sang Hyang Pramoni diurus oleh Jin Nyai Puspakati. Suguhan makanan sehari-hari untuk istana Sela Marsigid Nungsa Berambang disajikan oleh Jin Nyai Roro Denok.

Demikianlah kehidupan istana Marsigid atau Watu Masigid atau kedaton Sela Marsigid. Kediaman asri milik Sang Pramoni Durga atau Bathari Uma ini berlangsung di pulau Nusa Kambangan. Orang menyebut Nungsa Berambang, Nusa Kam-bana, Dhandhang Mangore. Keistimewaan wilayah kabupaten Donan Tlacap ini adalah menjadi tempat tumbuhnya sekar Wijaya Kusuma. Siapa saja yang berhasil memetik sekar wijaya kusuma hidupnya akan mulia wibawa. Bahkan keturunannya lestari pejabat, pemimpin dan penguasa Tanah Jawa. Hal itulah yang mendorong Kanjeng Sinuwun Amangkurat Amral yang memerintah kerajaan Mataram Kartasura pada tahun 1677-1703. Beliau berusaha sekuat tenaga untuk bisa memboyong sekar wijaya kusuma.

BACA JUGAGalungan, Menuju Kematangan Dharma

Keistimewaan kadipaten Donan teruji dalam sejarah. Orang melakukan lara lapa tapa brata. Mereka bersemedi di gunung Srandil untuk ngalap berkah pada Eyang Semar atau Kaki Tunggal Sabdo Jati Doyo Among Rogo. Laku spiritual ini selalu dilakukan oleh para bangsawan mataram secara turunt temurun.

B. Patih Sindureja Diutus Sinuwun Amangkurat Amral Memetik Sekar Wijaya Kusuma di Kadipaten Donan Cilacap

BACA JUGAMereka Mundur Dari KPK Kenapa Novel Gak Mundur ?

Pembangunan Kadipaten Donan Tanah Tlacap atau Cilacap yang mahsyur sudah dirintis oleh Sinuwun Amangkurat Agung. Raja Mataram yang memerintah tahun 1645-1677 ini sangat perhatian pada wilayah Dulangmas, Kedu, Magelang, Banyumas. Kebetulan Kanjeng Ratu Wiratsari memiliki istana cabang Mataram di desa Lesmana Ajibarang Banyumas. Permaisuri raja Amangkurat Agung berjasa besar atas pengembangan Donan Tlacap sebagai kawasan spiritual. Sampai sekarang orang berdatangan ke gunung Srandhil untuk mahas ing ngasepi nedahake semedi.

Pada tahun 1677 Sinuwun Amangkurat Amral memin-dahkan ibukota dari Plered ke Kartasura. Segala persiapan lahir batin dilakukan demi kejayaan Kraton Mataram. Segera Kanjeng Sinuwun Amangkurat Agung membentuk tim Panitia Pem-bangunan fisik kraton diserahkan kepada Pangeran Pekik Bupati Surabaya. Beliau dibantu tenaga ahli dari Sumenep dan Makasar. Proyek besar pindahan ibukota Mataram ini ditangani oleh para bupati Bang Wetan.

BACA JUGASejarah Provinsi Bengkulu

Bidang spiritual dijalanlan oleh Tumenggung Pranantaka. Beliau putra Patih Mandaraka III. Ditunjuknya keluarga Patih Mandaraka karena sejak dulu memiliki pusaka aji Canda Birawa. Masyarakat Jawa percaya bahwa Aji Candra Birawa dapat menaklukkan segala macam makhluk halus. Aji Canda Birawa pernah digunakan oleh raja Mandaraka, Prabu Salyapati. Ketika memimpin perang Baratayuda jaya binangun, Prabu Salya menjadi senopati agung. Pusaka aji canda birawa hanya bisa dikalahkan oleh Jamus Kalimasada atau dua kalimat syahadat. Itulah konsep iman ilmu, amal, iman Islam ikhsan, cipta rasa karsa.

Surat perintah untuk memetik sekar wijaya kusuma terbit pada tanggal 17 Januari 1678. Tumenggung Pranantaka diutus memetik sekar wijaya kusuma di Donan Nungsa Berambang tanah Tlacap. Tugas mulia dan berat itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Waktu itu Tumenggung Pranantaka juga menjabat sebagai Bupati Tegal tahun 1678-1680. Dalam waktu yang bersamaan Tumenggung Pranantaka mengurusi sekolah ketrampilan tata praja di Magelang, diplomasi kenegaraan Mataram dan tata cara methik sekar wijaya kusuma di Donan Cilacap.

BACA JUGAMENGATASI MASALAH EKONOMI DENGAN LANGKAH NON-EKONOMI

Kegiatan awal yang dilakukan adalah wilujengan Negari di Sitihinggil Kraton Mataram. Kemudian tahlilan di pendopo Kabupaten Tegal. Istri Tumenggung Pranantaka menyiapkan uba rampe dan sesaji. Kebetulan istri Tumenggung Pranantaka ini pernah kursus di bagian abdi dalem Purwo Kinanthi, sehingga mengenal dengan detail tentang adat istiadat Jawa. Istri Tumenggung Pranantaka itu bernama BRA Kleting Kuning atau Raden Ayu Pucang. Sebagian menyebut Raden Ayu Brongut.

Turut memberi doa restu yakni Tumenggung Urawan Pradotonagoro dan Patih Nerangkusumo. Tumenggung Urawan pegawai kejaksaan Mataram. Patih Nerangkusumo perdana menteri kerajaan Mataram. Kedua sesepuh memimpin upacara tolak balak di Donan Cilacap. Mereka membaca dzikir bergan-tian. Pembacaan mantra rajah kalacakra dilakukan oleh Ki Dalang Kondho Buwono, penjelmaan Bathara Ismaya yang ngeja-wantah ing madyapada.

BACA JUGAPerasaan Merdeka

Khusus tata cara adat wilujengan di Donan Nusa Kam-bana, dhalang Kondho Buwono harus diperankan oleh titisan Sang Hyang Ismoyo atau Kyai Lurah Semar. Orang menyebut kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo Among Rogo. Beliau sesepuh Donan yang amat ditaati oleh penguasa Nusa Kambangan. Bersama dengan Eyang Sukmo Sejati. Kunci Sari, Putri Dana Sari Nini Dewi Tunjung Sekar Sari dan tokoh spiritual lainnya sama menjaga Gunung Srandhil. Pengikut peguron Gunung Srandhil yaitu Sunan Kuning, Pangeran Langlang Buana dan Resi Mayangkara. Gunung Srandhil juga merupakan tempat petilasan para Pembesar Pajajaran.

Sang Patih sigra anata baris

BACA JUGAJasa dan Perjuangan Patih Sosrodiningrat

Nyawiji gumolong

Dhampyak dhampyak gumregut lampahe

BACA JUGABerburu Budaya ke Negeri India

Binarung krapyak myang watang agathik

Gumelar ngebaki

BACA JUGAUmbul Kapujangan Pengging Sarana Mesu Budi

Suraknya gumuruh.

Utusan Mataram yang dipimpin Tumenggung Pranan-taka segera melaksanakan tugas. Dibantu segenap lurah, mantri, demang, wedana dan bupati Dulangmas tugas kenegaraan itu berlangsung lancar. Rakyat mendukung dengan menyediakan logistik makanan dan minuman. Suguhan mbayu mili. Tak ketinggalan tempe, srabi, tape goreng dan mendoan. Tempe Karanganyar, srabi Wangon, tape goreng Sukaraja dan mendoan Purwokerto menjadi makanan nyamikan saat tirakatan dan lek-lekan.

BACA JUGA1300 Tahun Lalu Dinar-Dirham Dipakai Untuk Transaksi di Desa Jago-Jago, Sumatera (Sebelum Indonesia Ada)

Proses methik sekar wijaya kusuma di Donan Cilacap dilaksanakan pada malam Jumah Legi. Tumenggung Pranantaka dibantu oleh aneka ragam makhluk halus, yakni Barat Katiga Semarang, Guntur Geni Pekalongan, Sambang Yuda Pemalang, Buta Trenggiling Tegal, Gunting Geni Kaliwungu, Samaita Mage-lang, Dhadhung Awuk Kutoarjo, Padhareksa Gunung Sundara, Jolela Gunung Sumbing dan Jin Wewari Banjarnegara. Adapun jin makhluk halus yang turut menjaga keamanan yaitu Butakala Cilacap, Kalanadhah Banyumas, Penthul Gumuk Bagelen dan Baleng Ngungrung Kebumen.

Sukses besar diperoleh Tumenggung Pranantaka. Wila-yah Donan Nusa Kambangan semakin harum. Tanah Tlacap atau Cilacap termashur di kalangan kejawen. Sekar wijaya kusuma segera diboyong ke Mataram Kartasura. Pada tahun 1685 Tu-menggung Pranantaka dilantik menjadi patih kerajaan Mataram Kartasura. Tumenggung Pranantaka bergelar Tumenggung Raden Arya Sindurejo I.

BACA JUGASejarah Ratu Kalinyamat Pendiri Kabupaten Jepara

Masyarakat Donan Cilacap menghormati Tumenggung Raden Arya Sindurejo I. Beliau dianggap pembuka awal Bumi Cilacap. Kadipaten Cilacap segera ditetapkan sebagai wilayah Kabupaten oleh Sinuwun Amangkurat Amral raja Mataram Kartasura pada tanggal 21 Maret 1678. Jasa besar Patih Sindurejo perlu dikenang. Pada tahun 1701 Patih Sindurejo lengser keprabon madeg pandito. Patih Sindurejo memilih menjadi tenaga pengajar pelatihan tata praja. Beliau wafat tahun 1703 dan dimakamkan di Astanalaya Pasareyan Agung Paremono.

C. Para Bupati Donan Cilacap

BACA JUGASebuah Catatan Dari Ekspedisi Batu Nipe di Pakpak Bharat

1. Tumenggung Sindunagoro I, 1678-1710. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Amangkurat Amral, raja Mataram.

2. Tumenggung Sindunagoro II, 1710-1721. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono I, raja Mataram.

BACA JUGASejarah Wangsa Sanjaya Pendiri Mataram Kuno

3. Tumenggung Sindunagoro III, 1721-1734. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Amangkurat Jawi, raja Mataram.

4. Tumenggung Notoyudo I, 1734-1752. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono II, raja Mataram.

BACA JUGAMenguji Omnibus Law ke Mahkamah Konstitusi ?

5. Tumenggung Notoyudo II, 1752-1793. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono III, raja Surakarta Hadiningrat.

6. Tumenggung Notoyudo III, 1793-1814. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IV, raja Surakarta Hadiningrat.

BACA JUGADja Endar Moeda : Pelopor Pers Indonesia Yang Sebenarnya

7. Tumenggung Notoyudo IV, 1814-1822. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IV, raja Surakarta Hadiningrat.

8. Tumenggung Mondronagoro I, 1822-1829. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono V, raja Surakarta Hadiningrat.

BACA JUGAVandalisme Peradaban di Tepian Kota Medan: Hancurnya Komplek Makam Sultan Pasai, Kesultanan Islam Terbesar Asia Tenggara

9. Tumenggung Mondronagoro II, 1829-1847. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VI, raja Surakarta Hadiningrat.

10. Tumenggung Tjakrawerdana I, 1847-1858. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VII, raja Surakarta Hadiningrat.

BACA JUGASejarah Wedharan Kitab Sastra Gendhing

11. Tumenggung Tjakrawerdana II, 1858-1873. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VIII, raja Surakarta Hadiningrat.

12. Tumenggung Tjakrawerdana III, 1873-1875. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IX, raja Surakarta Hadiningrat.

BACA JUGAKonsep Kepemimpinan Jawa Hastabrata.

13. Tumenggung Tjakrawerdana IV, 1875-1881. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IX, raja Surakarta Hadiningrat.

14. Tumenggung Tjakrawerdaya, 1881-1927.. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IX, raja Surakarta Hadiningrat.

BACA JUGAAgeman Garwa Prameswari Amangkurat

15. Tumenggung Tjakrasewaya, 1927-1950. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono X, raja Surakarta Hadiningrat.

16. RM Soetedjo, 1950-1952. Dilantik pada jaman pemerintah-an Presiden Soekarno.

BACA JUGAPuro Mankunegaran Pendukung Berdirinya NKRI

17. R Witono, 1952-1954. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.

18. RM Kodri, 1954-1958. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.

BACA JUGASejarah Alas Ketonggo Tempat Semedi Panembahan Senapati

19. DA Santosa, 1958-1965. Dilantik pada jaman pemerintah-an Presiden Soekarno.

20. Hadi Soetomo, 1965-1968. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.

BACA JUGAPuro Paku Alaman

21. HS Kartabrata, 1968-1974. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soeharto.

22. H Moekmin, 1974-1979. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soeharto.

BACA JUGAMas Gibran Rakabuming Raka Dalam Budaya Jawa Gagrag Surakarta

23. Poedjono Pranyoto, 1979-1987. Dilantik pada jaman pe-merintahan Presiden Soeharto.

24. H Moch Supardi, 1987-1997. Dilantik pada jaman peme-rintahan Presiden Soeharto.

BACA JUGABabad Tanah Pasundan

25. H Herry Tabri Karto, SH, 1997-2002. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto.

26. H Probo Yulastoro S.Sos, 2002-2010. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Megawati.

BACA JUGAStrategi Bisnis Raja Paku Buwana II

27. Tatto Suwarto Pamudji, menjabat Bupati Cilacap tahun 2010-2020. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Presiden Joko Widodo.

 

BACA JUGASejarah Transmigrasi Dari Jawa ke Sumatera

D. Babad Kadipaten Donan Cilacap

Dhandhanggula

BACA JUGAEkonomi Tiang Jawi

Angandika alon sri bupati

dhateng kang abdi kapedhak lama

BACA JUGAGuru Besar ITB Ahmad Dahlan Angkat Bicara Terkait Ihwal ITB Ahmad Dahlan di Alumni ITB Bandung

Ki Pranataka namane

Heh gendhewor sireku

BACA JUGATinjauan Hukum Atas Penyelesaian Prestasi Terhadap Isi Perjanjian dari Beberapa Para Pihak dalam Hukum Perdata

Lumakua sira den aglis

Sun utus marang Donan

BACA JUGAHIKMAH COVID-19 SEBAGAI ENTRY POIN DAKWAH DI AMERIKA

Ing masigid watu

Iya ing Nungsa Berambang

BACA JUGABabad Prabu Hadi Hanyakrawati Raja Mataram II

Angambila sekar wijayadi luwih

Iya Jayakusuma.

BACA JUGAKeberagaman Budaya Di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara

Aja mulih yen ta durung olih

Nadyan silih jambul wanen sira

BACA JUGASejarah Kali Serang Untuk Tapa Ngeli Joko Tingkir

Sun upatani yen muleh

Yen ana kang pitulung

BACA JUGABersiaplah! Kalian Sudah Dikepung

Dene teka gampang ing benjing

Kembang wijayamulya

BACA JUGAADAKAH HIKMAH DIBALIK MUSIBAH CORONA VIRUS DESIASE-2019

Mring sira kapangguh

Wotsekar Ki Pranataka

BACA JUGAUntung Hingga 420 Triliun dari Naiknya Harga Komoditas, Durian Runtuh Bagi APBN

Tur sandika ing karya datan gumingsir

Nadyan dhumateng pejah.

BACA JUGASejarah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Sampun lengser saking ing ngarsa ji

Pranataka sedya marang Donan

BACA JUGASejarah Rawa Pening Tempat Tapa Kungkum Raja Jawa

Anglugas raga lampahe

Warnanen sang aprabu

BACA JUGAPRABOWO SUBIANTO ADALAH SATRIYO PININGIT

Nulya nembang tengara aglis

Budhal saking Toyamas

BACA JUGAPak Jokowi Dan Perjuangan Para Pahlawan

Kang wadya gumuruh

Dhateng nagari ing Tegal

BACA JUGASejarah Ki Ageng Selo Pelindung Petani Dari Bahaya Petir

Angentosi utusan kang mring Betawi

Ki Arya Mandaraka

BACA JUGAPuro Mangkunegaran Memperkokoh Jatidiri Bangsa

Kawarnaa kang anglugas ragi

Kang dinuta mring Nungsa Berambang

BACA JUGAPatih Sosrodiningrat Ahli Tata Negara

Ki Pranataka lampahe

Prapta masigid watu

BACA JUGASejarah Kota Surabaya

Tan anyipta kalamun urip

Amung anyipta pejah

BACA JUGAAliran Filsafat Al-Ghazali Menjadi Nilai Budaya Masyarakat di Indonesia Dirasuki Dengan Aliran Filsafat Kant Menghapuskan Budaya Dasar 

Raosing tyasipun

Tan adhahar tan anendra

BACA JUGASejarah Kali Serayu Tempat Tapa Ngeli Raja Amangkurat 1

Pitung dina anenedha ing Hyang Widhi

Mugi antuka karya.

BACA JUGAMonolog Literasi Ramadhan

Apan sampun karsaning Hyang Widhi

Amarengi ing dinten Jumungah

BACA JUGABiografi Amangkurat Raja Mataram

Tengah wengi ing wayahe

Ana katingal mancur

BACA JUGASejarah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau

Cahyanira ngebeki bumi

Ing wite jayamulya

BACA JUGAAura Wanita Jawa

Wau enggenipun

Kang sekar jayakusuma

BACA JUGAPaguyuban Trah Sinuwun Paku Buwana IX

Mung sarakit nulya pinethik tumuli

Maring Ki Pranataka.

BACA JUGASejarah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Langkung bungah dennya antuk kardi

Pranataka sigra lampahira

BACA JUGABabad Mangkunegara IV

Maring Toyamas jujuge

Prapta Toyamas suwung

BACA JUGASejarah Ki Ageng Giring Penerima Wahyu Kedhaton

Lampahira laju mring Tegil

Ing enu tan winarna

BACA JUGABabad Kartasura

Ing Tegal wus rawuh

Lajeng tumameng ngayunan

BACA JUGASejarah Nusa Kambangan Sebagai Ibukota Mahluk Halus di Tanah Jawa

Sampun katur sekar wijayadi luwih

Marang sri naranata.

BACA JUGABiografi Sinuwun Tegalarum

Pangkur

Dangu denira sineba

BACA JUGAGunung Semeru Tempat Semedi Raja Jawa

Arsa junjung marang kang abdi-abdi

Wong kadipaten sadarum

BACA JUGASejarah Paku Buwono XII Raja Kraton Surakarta

Sami sinungan nama

Mondaraka kang wau sampun jinunjung

BACA JUGASejarah Tari Gambyong Sebagai Lambang Kesuburan

Adipati Mandaraka

Apan kinarya pepatih.

BACA JUGAKawruh Kejawen di Wilayah Pati

Dene wau Pranantaka

Wus jinunjung Sindurja ingkang nami

BACA JUGASejarah Kedaton Pamase Sebagai Penghormatan Kadipaten Banyumas

Andangkara wastanipun

Nenggih Ki Wiradigda

BACA JUGATAKUTLAH KEPADA ALLAH DENGAN MENGHINDARI WABAH VIRUS CORONA

Kyai Sendhi Ki Urawan wastanipun

Ni Dhakarta wastanira

BACA JUGAMemotret Perseteruan Edy Rahmayadi Vs Bobby Nasution di Sepanjang Tahun 2021

Tumenggung Binarong nenggih.

Ingaran wong jagasura

BACA JUGABabad Mangkunegara VII

Angandika wau sri narapati

Maring Arya Sindurjeku

BACA JUGAPak Jokowi Dan Strategi Kebudayaan Nasional

Heh sira ingsun duta

Lumakua sira mring desa ing Kedhu

BACA JUGASejarah Dinasti Syaelendra

Parimana ing Mataram

Sapa ingkang angenggeni.

BACA JUGAMengembalikan Kejayaan Karet Labuhanbatu dengan Kolektivitas Masyarakat – Bagian 1

Sinom

Raden Arya Sindureja

BACA JUGADari Aktivis Mesjid ke Aktivis PRD

budhal saking nagri Tegil

lawan Raden Maduretna

BACA JUGASejarah Gunung Penanggungan Tempat Semedi Tribuana Tunggadewi

gumuruh swaraning jalmi

saupacara asri

BACA JUGAPengelolaan Limbah Tankos Sawit Sebagai Upaya Perbaikan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Labuhanbatu (Bagian-1)

wong Sarageni neng ngayun

bandera warna-warna

BACA JUGAAnalisis Pengawasan Intern Dalam Mencegah Penyelewengan Gaji

wong anumbak aneng wuri

busanane lir pendah sekar sataman.

BACA JUGASejarah Puncak Sapto Argo Tempat Semedi Raja Demak Bintoro

Tan winarna solahira

Wus lepas lampahing baris

BACA JUGASejarah Mesjid Demak Sebagai Pusaka Tanah Jawa

Ing Kaliwungu wus prapta

Rereb sakala kang baris

BACA JUGAPaku Buwana III Pelopor Perdamaian Dunia

Saksana budhal enjing

Wus ngancik telatah Kedhu

BACA JUGAMekanisme Unjuk Rasa Dan Jenis Unjuk Rasa Yang Dilarang

Ki Arya Sindureja

Ing Kathithang den anciki

BACA JUGAMemotret Matahari

Kathah prapta sentanane Parimana.

Dhandhanggula

BACA JUGATetepan Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Pang Nganjuk

Si Gendhewor wastane duk alit

Kala taksihe amanakawan

BACA JUGASTRATEGI BUDAYA SULTAN AGUNG

Kala samana kinengken

Dhateng gustine wau

BACA JUGASejarah Ki Ageng Pandhanaran Membangun Kabupaten Semarang

Iya kangjeng pangran dipati

Ngandikane pangeran

BACA JUGASejarah Kraton Jenggala

Marang kang ingutus

Kang aran Ki Pranantaka

BACA JUGASanggar Seni Pustaka Laras

Si Gendhewor sira ta lungaa aglis

Sira menyanga donan.

BACA JUGALabuhan Sura di Samudra Kidul

Sira ngularana sekar adi

Iya sekar Wijaya Kusuma

BACA JUGAPesanggrahan Milik Keraton Surakarta

Lah iku sira den oleh

Sigra saha wotsantun

BACA JUGATopo Kungkum di Waduk Sermo Kulon Progo

Pranantaka saking ing ngarsi

Sampun mangkat sadaya

BACA JUGADiplomasi Budaya di Negeri Singapura

Wau kang ingutus

Awatara pitung dina

BACA JUGASejarah Pulau Samosir

Kang ingutus mring Tegal bubar tumuli

Mangkat dhateng Tetegal.

BACA JUGAPanembahan Senapati Menikah Dengan Kanjeng Ratu Kidul

Kala jumeneng sri narapati

Ing Rebo Epon dinane ika

BACA JUGADouble Track System Sebagai Politik Hukum yang Manusiawi

Nuju tanggal patlikure

Ing Sura sasinipun

BACA JUGAPohon

Taun Wawu den sangkalani

Janma aneng gegana

BACA JUGASejarah Kabupaten Bangkalan

Sinayang ing ratu

Samana Ki Pranantaka

BACA JUGAAbdi dalem Bedaya Lambang Kesuburan

Kang ingutus mring Donan amundhut sari

Praptane antuk karya.

BACA JUGAMengembalikan Kejayaan Karet Labuhanbatu dengan Kolektivitas Masyarakat – Bagian 2

Kang ingupaya angsal sarakit

Aran sekar Wijayakusuma

BACA JUGAFilosofi Meja Makan

Samana wus ngaturake

Dhumateng sang aprabu

BACA JUGASejarah Kabupaten Wonogiri

Langkung suka galih narpati

Rumaos yen sih ing Hyang

BACA JUGAKi Panut Darmoko Pelestari Pakem Pedalangan

Nugraheng Hyang Luhur

Dhawuh rumasuking nata

BACA JUGATania Depari Sang Penulis

Panjenengan tanah Jawa wus kapusthi

Kagem aneng ing asta.

BACA JUGAProf Dr Notonagoro Ahli Pancasila Keraton Surakarta

Ki Pranantaka kalangkung dening

Kapracaya ing salampahira

BACA JUGASejarah Makam Raja Jawa di Imogiri

Kinulawisudha mangke

Apan jinunjung lungguh

BACA JUGASejarah Amangkurat Banyumas Membangun Purwokerto

Pranantaka sinung kekasih

Jinunjung saking ngandhap

BACA JUGASEPEDA dan KATA

Sumengkeng aluhur

Aran Arya Sindureja

BACA JUGADigitalisasi Pusdatin sebagai Penggerak Transformasi Kwarda Sumatera Utara

Kyai Sendhi apan sinungan kekasih

Aran Demang Urawan.

BACA JUGAINDONESIA HARUS BERSATU, DAN FOKUS PADA PENGHENTIAN PENYEBARAN VIRUS KORONA

Asmaradana

Wus tetep jumeneng aji

BACA JUGAStrategi Advokasi Konsultatif dan Asimetris Kebijakan Merdeka Belajar melalui Pendekatan “IMPRESIF”

Sang nata sigra parentah

Padha estrenana kabeh

BACA JUGABabad Kraton Kartasura

Samengko Si Mandaraka

Ngong karya patih ingwang

BACA JUGARektor UGM yang Sederhana

Sun junjung lungguh tumenggung

Ki Tumenggung Mondaraka.

BACA JUGATata Cara Nyadran Kraton Surakarta Hadiningrat di Astana Pajimatan Imogiri

Kang den utus sri bupati

Dhumateng Nungsa Kambangan

BACA JUGAUpacara Tolak Bolak Masa Pandemi

Mundhut kang sekar wastane

Jayakusuma wus prapta

BACA JUGAREAKSI ATAS PUTUSAN MENTERI MENGENAI PEMBEBASAN TAHANAN ATAS DASAR MENGHADAPI BAHAYA PANDEMI CORONA YANG MENELAN KORBAN JIWA MANUSIA

Sarakit kang puspita

Lajeng kunjuk sang aprabu

BACA JUGAPak Jokowi Dan Kebijakan Berpihak Pada Rakyat

Langkung suka sri narendra.

Ngraos tuk nugraha jati

BACA JUGAGelar Wayang Lakon Murwa Kala Untuk Mapak Wulan Ruwah

Sihing Suksmana jenengnya

Tanah Jawa sedayane

BACA JUGAHidup dengan Buku

Wus kagem aneng ing asta

Suraosing wardaya

BACA JUGABABAD KRATON SURAKARTA

Kyai Pranataka wau

Dhateng kanjeng sri narendra.

BACA JUGARatu Mas Surabaya Permaisuri Amangkurat Tegalarum

Langkung kapracayeng westhi

Sang nata asru ngandika

BACA JUGASedah Mirah Bobby Nasution Dalam Kosmologi Sejarah Peradaban

Si Pranataka samengko

Ingsun junjung linggihira

BACA JUGAMbak Selvi Ananda Gibran Rakabuming Teladan Wanita Pengabdi

Lan sun paringi nama

Iku arane Tumenggung

BACA JUGAPesanggrahan Indrokilo Keraton Surakarta di Selo Boyolali

Sindureja aranira.

(LM-01)

BACA JUGASunan Kalijaga Mejang Syekh Siti Jenar

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian