Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Pastikan Sinovac Tidak Mengandung Culture Kera

Lain itu, juga ada tudingan miring, bahwa sinovac hanya untuk pengujian klinis. Sehingga tak layak untuk kegiatan vaksinasi covid-19. “Tidak benar kalau sinovac itu mengandung kera. Dulu saat uji klinis memang mengunakan jaringan culture kera. Sebagai media untuk mengambil virus SARS-CoV-2. Namun begitu melalui berbagai uji klinis, sinovac layak, aman dan halal untuk vaksinasi. Bahkan Direktur Utama PT Biofarma Bandung, sudah menyatakan dalam siaran persnya, kalau sinovac memang vaksin covid-19,” papar Rachmad.

Lebih lanjut, pria yang saat ini.masih menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini mengungkapkan, untuk tahap pertama yakni Januari hingga April, kelompok berisiko tinggi, utamanya tenaga medis yang akan menerima sinovac. “Selanjutnya selama 11 bulan, vaksinasi dilakukan bertahap kepada kelompok lainnya. Seperti anggota TNI dan Polri,” pungkasnya. (yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *