Fenomena Gaya Hidup Baru Pemilihan Jenis Masker Ditengah Badai Pandemi Covid-19. Bagaimana Perspektif IDI Pacitan?

Pacitan, liputan68.com- Masker, yang awalnya jamak digunakan tenaga medis untuk melakukan penanganan atau tindakan terhadap pasien, namun sekarang ini penutup hidung dan mulut tersebut, seakan memiliki beragam fungsi.

Selain digunakan sebagai penangkal debu dan kotoran, masker juga diyakini bisa menangkal paparan virus SARS-CoV-2. Sehingga tak salah, bila gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 menganjurkan masyarakat untuk selalu mengenakan masker. Terutama saat keluar rumah dan tengah melakukan interaksi sosial.

Sementara dari perspektif berbeda, tak sedikit pula masyarakat, utamanya kaum hawa yang menjadikan masker untuk tambahan aksesoris atau fashion, sebagai pelengkap dandanan mereka. Maka tak ayal, kalau fungsi masker bisa dibilang sedikit bergeser.

Terutama kelompok sosialita, lebih mengedepankan masker sebagai fashion, kelengkapan untuk nampang atau mempercantik diri, ketimbang fungsi utama dari masker itu sendiri.

Maka di banyak pertokoan, baik toko-toko konvensional, mall, ataupun toko online, tak sedikit yang menjajakan masker dengan beragam bentuk, varian warna dan corak serta merek-merek branded yang harganya selangit.

Lantas bagaimana menurut pendapat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, seiring munculnya fenomena gaya hidup baru, ditengah badai pandemi global disease covid-19 ini?

Menurut Sekretaris IDI Pacitan, dr Johan Tri Putranto, pada prinsipnya apapun jenis maskernya, itu lebih baik digunakan dari pada sama sekali tidak memakai masker. Entah itu masker medis, masker berbahan kain atau jenis dan beragam bentuk lainnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *