Menurut salah seorang nitizen yang menyampaikan informasi melalui jejaring pribadi aplikasi chating WhatsApp, orang tersebut bukannya melakukan karantina mandiri, namun masih tetap keluyuran ke pasar dan ke masjid. Tentu persoalan ini sangat membahayakan bagi warga lainnya.
Karena itu, GTPP diharapkan lebih tegas menyikapi persoalan tersebut, seandainya kabar itu benar adanya. Sementara hingga berita ini ditulis, belum diperoleh konfirmasi dari pihak yang berkompeten. Sehingga berita tersebut masih perlu pendalaman.
Adapun tulisan, tersebut berbunyi sebagai berikut :
“Ada pedagang pasar minulyo yg reaktif mas , tapi infonya ga mau swab …. masih berkeliaran kemana2 , ke pasar, ke masjid …. kalau ga diumumkan lokasi alamat yg positif semakin ngeri mas … krn mereka tidak terkontrol .. minimal tetangga sekitar bisa hati2,” ujar nitizen yang meminta tidak disebutkan jati dirinya. (yun).
