Hari ini Kasus Covid-19 Confirm Nasional Tembus 14 Ribu. Nitizen Di Pacitan Sebut Ada Pedagang Yang Reaktif Rapid Antibodi Namun Tak Mau Di Swab?
Pacitan, liputan68.com- Sungguh memiriskan. Angka positif rate covid-19 nasional hari ini tembus 14.518 orang. Ledakan kasus ini terjadi kali kedua dalam sejarah pandemi global covid-19 di Indonesia.
Kementerian Kesehatan merilis, sebelumnya capaian tertinggi terjadi pada 16 Januari 2021 yaitu sebanyak 14.224 kasus.
Sementara di Kabupaten Pacitan, pada hari yang sama juga terjadi ledakan kasus covid-19 confirm sebanyak 57 kasus. Untuk itu, bukan hanya masyarakat yang terus diberikan imbauan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Namun gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, diharapkan juga lebih bertaji lagi dalam menyampaikan imbauan 3M plus.
Yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan pakai sabun, dan menghindari berkerumun. Selain itu, juga meminimalisir mobilisasi dan aktivitas diluar rumah yang tidak perlu.
Merunut informasi yang diterima media, konon dikabarkan ada pedagang di Pasar Minulyo Pacitan, yang dinyatakan reaktif hasil rapid antibodi, namun yang bersangkutan tidak mau mengikuti uji swab untuk memastikan terpapar virus SARS-CoV-2 ataukah tidak.
Menurut salah seorang nitizen yang menyampaikan informasi melalui jejaring pribadi aplikasi chating WhatsApp, orang tersebut bukannya melakukan karantina mandiri, namun masih tetap keluyuran ke pasar dan ke masjid. Tentu persoalan ini sangat membahayakan bagi warga lainnya.
Karena itu, GTPP diharapkan lebih tegas menyikapi persoalan tersebut, seandainya kabar itu benar adanya. Sementara hingga berita ini ditulis, belum diperoleh konfirmasi dari pihak yang berkompeten. Sehingga berita tersebut masih perlu pendalaman.
Adapun tulisan, tersebut berbunyi sebagai berikut :
“Ada pedagang pasar minulyo yg reaktif mas , tapi infonya ga mau swab …. masih berkeliaran kemana2 , ke pasar, ke masjid …. kalau ga diumumkan lokasi alamat yg positif semakin ngeri mas … krn mereka tidak terkontrol .. minimal tetangga sekitar bisa hati2,” ujar nitizen yang meminta tidak disebutkan jati dirinya. (yun).

Tinggalkan Balasan