Pacitan, liputan68.com- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, kembali angkat bicara, terkait masih tingginya positif rate covid-19 di kampung halaman Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Johan Tri Putranto, Sekertaris IDI Pacitan mengatakan, tingginya mobilitas kepala keluarga (KK) atau anggota lain di sebuah keluarga, menjadi salah satu penyebab tingginya kasus terkonfirmasi covid-19 di Pacitan. “Jadi KK terkena, akhirnya menular ke anggota keluarga lain, bahkan tetangga atau pihak lain yang melakukan kontak erat,” kata Johan, memberikan pendapat berkaitan dengan masih tingginya angka positif rate covid-19 di Pacitan, Ahad (31/).
Untuk itu, dokter yang juga dipercaya mengendalikan UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, mengimbau agar masyarakat sedapat mungkin meminimalisir mobilitas yang tidak begitu urgent.
Selain itu, Johan juga mengingatkan agar masyarakat jangan lengah untuk terus menerapkan 3M Plus dan VDJ.
Yaitu selalu memakai masker saat berinteraksi, menjaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, paling singkat selama 20 detik sebelum menyentuh mulut, hidung serta mata dan hindari berkerumun.
“Kemudian saat berada di dalam ruangan atau mobil berpendingin, diharapkan selalu perhatikan sirkulasi udara yaitu mengatur ventilasi dan mempersingkat durasi pertemuan. Jaga jarak juga persoalan vital yang tidak boleh diabaikan. Setidaknya 1 sampai 1,5 meter,” jelasnya.
