Pacitan, liputan68.com- Sebaran Covid-19 di Pasar Minulyo Pacitan, terus menuai polemik. Pasalnya, sampai detik ini gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, tak kunjung menyampaikan hasil swab terhadap 119 pedagang yang dinyatakan reaktif hasil rapid antibodi belum lama ini.
Menurut Rudi, salah seorang pengawas paguyuban Pasar Minulyo Pacitan, selama ini paguyuban terkesan ditinggalkan.
Pada kegiatan sowan ke bupati pekan kemarin, memang ketua paguyuban pasar ikut serta pada kegiatan tersebut. “Akan tetapi kami dari anggota paguyuban sama sekali tidak diajak rembukan terlebih dahulu. Mungkin ketua menganggap kehadirannya dengan beberapa elemen masyarakat lainnya tersebut, sudah mewakili paguyuban. Padahal kami merasa tidak pernah diajak rembukan sama sekali soal penanganan covid-19 di pasar,” katanya, Ahad (31/1).
Rudi juga berharap, GTPP bisa lebih transparan tehadap hasil tracing dan testing yang dilaksanakan. Ia pun meminta apapun hasilnya, bisa disampaikan ke publik, agar bisa menjadi kewaspadaan dini. “Kami masih optimis kalaupun berimbas terhadap sepinya transaksi perniagaan di dalam pasar, itu hanya sementara. Setelah itu pasti akan normal kembali. Sebab kami berkeyakinan, masyarakat Pacitan belum bisa terlepas dari pasar,” jlentrehnya.
Saat ditanya berapa pedagang yang positif covid-19, Rudi menyatakan tidak tahu secara pasti. “Kalau kabarnya ada 37 yang positif. Hasil secara keseluruhan kami juga tidak paham. Sebab GTPP saat ditanya tidak pernah menyampaikan,” ungkap Rudi.
