Terkait kemampuan wisma yang sudah over kapasitas, Johan menegaskan, GTPP akan melaksanakan beberapa pemodelan. Diantaranya melakukan optimalisasi lokasi wisma, yaitu lantai dasar yang semula dimanfaatkan untuk posko, akan dirombak menjadi kamar bagi pasien covid-19 confirm.
Selain itu, gedung pemuda juga akan dioptimalisasi untuk lokasi karantina. “Bila mendesak, Pak Bupati (Bupati Indartato, Red) akan melakukan langkah-langkah, diantaranya pendirian bangunan semi permanen untuk kamar isoalasi pasien. Namun persoalan ini masih akan dibahas dengan Dinas PUPR besok pagi,” jlentrehnya.
Sementara itu, untuk penghuni wisma atlet sendiri saat ini masih ada 97 pasien aktif. “Sedangkan dari tenaga kesehatan, ada satu dokter dan dua perawat. Kami bekerja secara shift,” pungkasnya. (yun).

