Kendatipun kenaikan angka pengangguran tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah penduduk usia kerja dan juga oleh pandemi Covid-19, Fraksi PDI Perjuangan menilai bahwa Edy Rahmayadi sebagai Gubsu tidak melakukan berbagai upaya untuk menekan potensi meladaknya angka pengangguran tersebut, bahkan kebijakan-kebijakan yang dilakukannya bertolak belakang dengan visi-misinya sendiri.
“Jumlah penduduk usia kerja terus bertambah, Pandemi Covid-19 belum selesai, hal itu sudah menjadi pengetahuan umum, oleh karena itu harusnya Gubsu melakukan langkah-langkah startegis untuk menekan angka pengganguran, hal ini sudah berkali-kali kami sampaikan melalui rapat-rapat baik di komisi, panggar bahkan sidang paripurna, tapi Gubsu tidak mau dengar,” ujar Syahrul Siregar
Fraksi PDI Perjuangan Kembali mengingatkan bahwa salah satu visi dan misi Edy Rahmayadi sebagai Gubsu masa jabatan 2018-2023 adalah mudahnya mencari mata pencaharian dan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, tetapi fakta dan data menunjukkan hal sebaliknya, pencapaian dari visi-misi tersebut masih sangat jauh.
“Disisa waktu 2,5 tahun lagi masa kerja Edy Rahmayadi, masih banyak janji yang belum terpenuhi, harapan rakyat untuk bangkit dari keterpurukannya semakin jauh, mungkinkah Edy Rahmayadi mampu memenuhi semua janjinya di masa sisa jabatannya ?” pungkas Syahrul Siregar.
(LM-01)

