Penjelasan IDI: Meski PCR Masih Positif, Pasien Sembuh Tak Lagi Tularkan Covid-19

Senada dengan Prof Zubairi, salah seorang anggota Tim Penanganan Covid-19, dr Falla Adinda juga menegaskan, tidak sedikit yang salah kaprah ketika pasien telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Salah kaprah pasien Covid-19 yang bikin pasien lelah sendiri adalah nungguin nilai CT makin besar dan nungguin hasil PCR dari positif jadi negatif. Prinsipnya adalah pasien dinyatakan bisa kembali ke masyarakat bila sudah isolasi mandiri 14 hari dan bebas gejala. Sudah,” jelas dokter Falla lewat twitternya.

Salah kaprah pasien COVID-19 yang bikin pasien lelah sendiri adalah:

1) nungguin nilai CT makin besar

2) nungguin hasil PCR dari positif jadi negatif..

Prinsipnya adalah pasien dinyatakan bisa kembali ke masyarakat bila sudah Isolasi mandiri 14 hari dan bebas gejala. Sudah.— FALLA! (@falla_adinda) February 13, 2021

Menurutnya, jadi tidak perlu menunggu hasil PCR. Karena, kata dr Falla, bisa saja hasil PCR masih positif setelah periode isolasi mandiri sudah lewat. “Lah PCR cuma mampu menghitung jumlah virus, bukan membedakan mana virus mokat, mana virus aktif. Ngapain musingin bangke (virus),” tegasnya.

Menurut dia, akibat terlalu memusingkan hasil lab (tes PCR yang yang masih positif), pasien akan mengalami gangguan psikologis dan memperpanjang waktu isolasi sehingga produktivitas semakin menurun serta perilaku minum obat yang irasional (tidak masuk akal).

“Virus Sars-Cov-2 itu kalau sudah lebih dari 14 hari dalam tubuh, ya modyar (mati) dia. Risiko penularan sangat minimal. Makanya angka 14 hari isolasi mandiri terbit bukan tanpa studi. Pasien dianggap aman bisa kembali bermasyarakat di angka 14 hari karena dianggap tidak menularkan. Getoh,” jelas dr Falla.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *