“Olehnya, seiring perkembangan transaksi digital yang pesat, mereka menjadi komunitas yang diprioritaskan untuk diedukasi dan diimplementasikan QRIS. Ini juga dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19,” sambung Budi.
Pada kegiatan yang dihadiri sedikitnya 60 pengemudi bentor rupanya sebagian besar telah mengenal QRIS. Pasalnya, mereka umumnya sudah lama menggunakan aplikasi ojek online, seperti Grab dan Gojek.
Bank Indonesia BI Gorontalo Bentor QRIS
Para pengemudi bentor dan pedagang di lingkungan ASN Gorontalo antusias dan siap mendukung penerapan transkasi digital melalui QRIS.
Sebelumnya, kegiatan On Boarding Implementasi QRIS ini merupakan bagian dari rangkaian Pre-Event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) Tahun 2021 di KPw BI Gorontalo yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 5-8 April 2021 mendatang.
Tujuannya tidak lain untuk mendorong penerapan digitalisasi transaksi pemerintah daerah dan juga masyarakat Gorontalo secara luas. Pada tahun ini, bank sentral menargetkan sedikitnya 12 Juta pelaku UMKM menerapkan QRIS. Sementara KPw BI Provinsi Gorontalo menargetkan 15.474 pelaku UMKM sudah menerapkan QRIS tahun ini juga. Rabu, 17/03/2021. (Red/Zull)

