Sekum Forum Komunikasi Konsultasi Gerejawi Sumatera Utara (FKKGSU) menjelaskan latar belakang tentang FKKGSU yang tugasnya hanya melaksanakan natal dan paskah.
“Benturan terjadi tahun lalu. Di surat kami jelas ditujukan agar digunakan oleh panitia dan SK nya menyusul. Tapi sewaktu dianggarkan tidak melihat secara utuh surat FKKGSU sehingga penerima dana Pengurus. Dan bila pengurus menerima maka tidak sesuai dengan tupoksi FKKGSU,” ujarnya.
“Setiap tahun harus buat proposal. Kita menginginkan agar jangan lagi lah buat proposal. Dana itu otomatislah dimasukkan,” harapnya.
Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menegaskan Indonesia lagi ada virus corona (Covid-19). “Saya lihat di APBD tidak ada perayaan paskah dan natal, sedangkan agama lain ada dan anggarannya besar,” katanya.
Ia menekankan agar FKKGSU ini di lembagakan. “Kalau sudah ada lembaga maka pemerintah harus memperhatikan dan beragumentasi di badan anggaran,” sambungnya.
Ketua DPRD Sumut menyarankan agar perayaan paskah tetap harus mengikuti Prokes dengan ketat.
“Saya pribadi akan membackup penuhlah. Kita harapkan agar pandemi segera berlalu,” kata Baskami.
(LM-01)

