Paku Buwana V Bapak Ilmu Pengetahuan Dunia

Ajaran Sosrokartanan, Jati Murti, Kacawirangi, Madurasa, Wawadiningrasa, yang sampai dengan saat sekarang ternyata masih menjadi bahan bacaan, walaupun identitas kejawaan tadi juga terus menerus ikut ber­proses, misalnya dalam rangka memahami ungkapan. Wong Jawa kari saparo. Ajaran kearifan hidup tadi juga terungkap pada tata bangunan, tata kota, adat istiadat, upacara upacara, kesenian­ kesenian, terutama wayang kulit, sopan santun, tata bahasa, pemberian nama.

Konsep harmonitas yang umum atau total tadi, terungkap melalui pernyataan pernyataan. Sangkan paraning dumadi, hamemayu hayuningrat, Pamoring Kawula Gusti. Kesemuanya itu merupakan suatu metafisika khusus ketuhanan, kosmologis serta antropologis dalam hal Ketuhanan.

Pandangan hidup Jawa meng­isyaratkan suatu filsafat proses, yaitu Tuhan sebagai. Pandoming Dumadi demikian pula dalam hal kosmologis, alam semesta ini sebagai Pandoming Dumadi. Sedangkan mengenai masalah masa­lah kemanusiaan, asas kearifan terungkap melalui kata kata pandoming dumadi.

Akibat dari tebalnya, maka jarang sekali di antara para pembaca yang telah dapat membaca serat Centhini seluruhnya. Pada umumnya mereka hanya suka membaca dari pustaka tersebut yang sesuai dengan kegemarannya.

Di antara perpustakaan perpustakaan di Indonesia yang terang mempunyai serat Centhini dan seragam bentuk bersama dengan tulisannya kiranya hanya perpustakaan.
Serat Centhini yang baku itu mulai dengan macapat.

Sinom.

Sri Narpatmaja sudibya,
talatahing Nuswa Jawi,
Surakarta Adiningrat,
hagnya ring kang wadu carik, Rangga
Sutrasna.

kinanthi

Mangun reh cariteng dangu,
sanggyaning kawruh Jawa,
tinengran Serat Centhini,
kang minangka dadya lajering carita.

Tembang dalam satu pada ini tercantum beberapa keterangan tentang Serat Centhini. Perkataan Sri Narpatmaja, berarti Pangeran Adipati Anom.

Hal menunjukkan bahwa nama tembang pertama di dalam Serat Centhini. Beliau adalah Putra Mahkota Kerajaan Surakarta pada masa itu th. 1814 yang unggul. Beliau memberi perintah kepada carik bernama Rangga Sutrasna agar menyusun sebuah pustaka yang mencantumkan segala macam ilmu ilmu pengetahuan di Jawa sejak dahulua hingga pada masa itu. Pustaka itu diberi nama Serat Centhini.

Ngecer laku ingkang wus aprapti,
dhepokira nenggih sowang sowang,
susugun marang dhayohne,
tan ninang lan ing dangu,
enjangira laju lumaris,
ingkang anglantur lampah,
marang dunungipun,
mangulon tujuning sedya,
saya suda lampahe kang arsa mulih,
pamungkas Wonotoko.

Hal diceriterakan bahwa para kyai yang bertamu di Krajan Wonomarto tempat Kyai Bayan Panurto, meninggalkan tempat itu dan pergi pulang ke padepokan masing masing. Mereka singgah dan bermalam di tempat para dhayoh yang dilalui dalam pengembaraannya menuju ke tempat kediaman masing masing.

Pada tempat tempat di mana mereka singgah selalu dijamu dengan suguhan. Rombongan tedhayoh tersebut makin makin makin kecil. Mereka menuju ke arah barat, tujuan tedhayoh kyai yang terakhir ialah Padepokan Wonotoko, terletak pada lambung gunung Lawu sebelah timur.

Adapun letak Krajan Wonomarto ada di daerah Kabupaten Wirosobo. Sampai di sini sesungguhnya Serat Centhini sudah selesai semua ceriteranya. Lelakon kang wus kawuri.

Pan pinugut wedharing palupi,
punang Serat Centhini karannya,
wawejangan pamungkase,
mamardi maring kawruh,
ing kajaten jatining urip,
wikane reh kahanan,
hananing Maha Gung,
sajati jatining janma,
wus jinajah jejering janma majaji,
kang jinurung ing sedya.

Kaderpaning panggalih Sang Aji,
kang jinumput wijanganing kata,
tinaliti saturute,
tetelane tinutur,
titi tatas tataning gati,
sakwehning kang kinata,
wus samya ingimpun,
hala hayuning pakaryan,
kawruh miwah ngelmuning kang lahir batin,
winedar mring pra mudha.

Ibunda Paku Buwana V bernama GKR Handayawati. Putra Adipati Cakraningrat IV, Bupati Pamekasan Madura. Demi darma bakti pada sang Ibu, beliau menciptakan tari Ludira Madu.

4. Paku Buwana V sebagai Bapak Ilmu Pengetahuan.

Aneka Ragam Kawruh dikelola oleh Sinuwun Paku Buwana V. Sejarah Tanah Jawa, Riwayat hidup, Siasat perang, politik. Ramalan, Ramalan Tanah Jawa, Jangka Jayabaya, Ramalan hari kiamat menurut hadis Nabi, Pralambang Negara negara di Jawa. Etika Berbentuk Palupi, Berbentuk Papali, Berbentuk Dongeng, Ceritera, Berbentuk Perlindungan Allah kepada orang-orang yang jujur.

Putra mahkota bernama GRM Supardan. Kelak bergelar Sinuwun Paku Buwana VI. Memerintah tahun 1823 – 1830. Menciptakan Serat Babat Joko Tingkir.

Bidang kepurbakalaan meliputi candi candi, peninggalan peninggalan kuna, benda benda kuna. Misalnya meriam, pusaka senjata, dan benda azimat, bekas bekas yang bersejarah, makam makam kuna, Bangunan bangunan kuna.

Kerja bakti sosial Gotong royong, keramahan menerima dhayoh, keakraban. Bahasa dan sastra Istilah istilah nama bagian bagian daging hewan terutama kerbau, pustaka pustaka Jawa Lokapala, Wadu Aji atau Raja Kapa kapa, Nitisastra, Sastra Jendra Hayuningrat, Sastra Cetha. Nama gelar gelar para pegawai kerajaan, bahasa lingkungan brandal gelap nyawang, dasa nama.

Agama ageming aji. Agama Islam hukum perkawinan, manfaatnya hafal Qur’an, tasawuf dan Pekih. Asmaul husna, bab siyam, iman tauhid. Bab riba, sifat sifat Allah, Kal Dunia, Kal Akhirat, zakat fitrah. Kesusilaan tentang hasil riba dan rezeki haram, wajib Rasul, Sarak Agama Islam, Sahadat, Shalat, nandi perlu, nandi sunat. Tingkatan Islam : 1. Syari’at, 2. Tarikat, 3. Hakekat, 4. Makrifat.

Sifat dan Isbat, Rukun Islam, Rukun Iman, takdir, tauhid dan lain sebagainya, para Nabi panutan.
Laku kebuddhaan, keterangan tentang agama ketuhanan di Jawa. Filsafat suluk, ilmu kesempurnaan, panca dumadya, wiridan, samadi, rahsa dahadat. Ilmu ketuhanan, Ruh dan hidup, jasmani dan rohani, tasawuf. Kawula Gusti, Makhluk khalik, tafakur, munajat kepada Allah, dunia dan akhirat. Falsafah wayang dan topeng dalam hubungannya dengan ilmu kerohanian. Ilmu kajatmikan, layaping wirid, kifarat dan nikmat. Pusat shalat tauhid, khusnul khatimah, hari akhirat, nugrahaning pati.

Keajaiban hal hal yang mistik, kawaskithan clairvoyance, ma’unah. Sihir ilmu karang, kisah aneh. Kejadian peristiwa aneh, Wanita mistik. Wanita wani mranata.

Kejiwaan Watak manusia, Sifat sifat wanita dan pria, Laku berprihatin, bertirakat, melakukan tapa brata, bertarak brata, menyepi. Alam fikiran dan perasaan wanita. Ilmu Senjata Wesi Aji.

Ilmu keris meliputi pamor, baja, besi, bentuk, tangguh, riwayat dan riwayat perkembangan bermacam macam keris, ukuran keris, Ilmu tombak dan gagangnya meliputi bagian bagiannya seperti ilmu keris. Ilmu kuda meliputi segala hal yang ada pada kuda, meliputi segala hal yang ada sangkut pautnya dengan bab mengendarai kuda.

Asmara pelbagai ilmu sanggama, pranata manusia berhubungan dengan ilmu sanggama. Ceritera porno kisah asmara yang luar biasa.

Kesenian seni tari, seni suara, seni karawitan. Lagu lagu gamelan dan lagu lagu rebana, seni wayang, seni pedalangan. Riwayat terjadinya wayang serta perkembangan selanjutnya, seni topeng. Ilmu Bangunan Rumah. Riwayat terjadinya rumah dari kayu serta perkembangan selanjutnya, bentuk rumah, ukuran rumah. Sambungan bagian bagian rumah, Ilmu kayu bakal rumah.

Obat obatan dan penyakit beberapa contoh pengobatan yang disebutkan. Ilmu bumi keajaiban, kebesaran dan keindahan alam. Keadaan gunung, gua, sungai, sendang, telaga, rawa, hutan, laut, pulau, pesisir, ujung. Khusus tentang gunung Lawu, gejala gejala vulkanis. Sumber minyak tanah, Sumber air masin. Tempat yang istimewa. Hewan hewan ternak, Burung.

Tumbuh tumbuhan dalam hutan, Tumbuh tumbuhan di ladang, sawah, kebun, Tumbuh tumbuhan ajaib, Bermacam macam hutan. Pertanian pemberantasan hama padi, Usaha menyelamatkan semua tanam tanaman.

Primbon perhitungan bermacam macam waktu. Perhitungan hari baik untuk segala keperluan orang hidup dalam masyarakat, Impian, primbon brandal gelap nyawang. Primbon tentang berbagai bagai sarana.

Kesenangan dan Pertunjukan tayuban, menyabung ayam, gemak, bermain layang layang, bermain panah, reyog, emprak, duleng, lelagonan, bermain rebana, bagoran. Para abdi dalem purwa kinanthi ahli bidang seni budaya.

Masa silam kaya pengalaman. Ceritera meliputi dongeng dongeng biasa. Ceritera ceritera nyata, ceritera ceritera mustahil. Dongeng dongeng tentang badan halus, kisah kisah ajaib. Perbuatan asusila dilukiskan dengan bahasa. Ceritera mistik, ceritera religis, ceritera gangguan asmara.

Ceritera tentang hutan hutan yang puaka, penuh dengan gangguan gangguan dari badan halus.

Tata cara adat diuraikan rinci. Misalnya perkawinan Ndoro Salindri putri GKR Galuh Kencono. Upacara perkawinan, Upacara pindah rumah, Upacara ganti nama, Upacara meruwat murwakala, tata cara menerima dhayoh. Persajian untuk pelbagai peralatan dan keperluan orang hidup dalam masyarakat. Kenduri berhubung dengan segala keperluan orang hidup dalam masyarakat. Pendidikan berdasarkan periodenya. Pendidikan pranata ialah sebelum bayi lahir, Pendidikan post natal ialah pendidikan sesudah bayi dilahirkan di dunia.

Wikan sangka paraning dumadi. Pendidikan religi pendidikan ketuhanan, pendidikan etis, pendidikan kesusilaan, pendidikan estetis, pendidikan keindahan, pendidikan sosial, pendidikan kemasyarakatan.

Beda beda hardaning wong saknegara. Tipe tipe Manusia menurut dasar hatinya. Tipe jujur, tipe setengah jujur, tipe buruk, tipe campuran, Menurut sifatnya. Sifat sungguh sungguh, sifat pelawak, sifat senang hati, sifat saleh, sifat sosial, sifat seni, magi hitam. Ilmu sirep, Ilmu brandal gelap nyawang, Ilmu kekebalan guna kasantikan.

Warok, poligami dan lain sebagainya, berdasarkan uraian di atas kita mendapat gambaran tentang Serat Centhini secara keseluruhan. Pustaka Nasional ini dapat dibagi menjadi 3 golongan ialah. Golongan yang telah usang, tidak lagi berlaku pada masa saat ini bagi bangsa.

Jalma limpat seprapat tamat. Itulah Sinuwun Paku Buwana V. Beliau tahu bermacam karakter. Untuk golongan yang telah setengah basi, dapat dimanfaatkan bagi bangsa kita pada dewasa ini dengan keterangan golongan tersebut harus diolah, dibesut, dan disaring sebaik baiknya. Maka hingga sesuai dengan situasi dan kondisi kita saat ini. Adapun golongan yang belum usang, masih dapat dimanfaatkan dan ditrapkan bagi bangsa kita saat ini tetapi juga dengan keterangan yang lebih terang. Werdining sasmita jinarwi.

Tema tema tersebut golongan ketiga ini harus dikoreksi dan diseleksi dan diolah pula hingga dapat diterima oleh bangsa kita dalam abad yang serba modem saat ini ini. Leluhur dari Pamekasan Madura membuat kaca paningal lebih jangkep genep genah.

Babaran ilmu pengetahuan Jawa mendapat tempat terhormat. Formulasi sistematik dari filsafat proses yang organis tadi dapat kita pelajari melalui pokok pokok pelajaran. Hal ini meliputi wisikan ananing dat, wedharan wahananing dat, serta gelaran kahananing dat yaitu uraian tentang Law of Being, Law of Having dan Law of Becoming. Maneka kawruh dibahas oleh Sinuwun Paku Buwana V dengan jelas tuntas.

Paparan serat Centhini cukup memberi kaca penjelas. Di situ dengan jelas terbabar kesatuan wisikan, wedhar­an dan gelaran di satu pihak, dengan ananing, wahananing serta kahananing dat, atau adanya, wahananya serta keadaannya.

Untuk mengalami lebih lanjut uraian di atas, sampai kepada tingkat metafisika umum atau ontologi, kita memerlukan woding tembung, yaitu kata kata satu kata, yang nama, ujud serta rasanya masih satu dan sama, misalnya neng, ning, sebagaimana yang diuraikan dalam buku Serat Kridha Sastra dan Kridha Swara.

Demikianlah seluk beluk Serat Centhini yang dikaitkan dengan konsep Brahmana Raja. Sebagai buah karya raja Jawa, Serat Centhini merupakan bacaan yang sudah terkenal di kalangan para budayawan dan cendekiawan baik dalam sekup lokal, nasional, maupun internasional.

Sinuwun Paku Buwana V tampil sebagai pujangga dunia. Kesadaran ilmu pengetahuan berhubungan dengan harkat martabat bangsa. Paku Buwana V adalah bapak ilmu pengetahuan.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *