Ramalan Prabu Jayabaya

2. Jaman Partoyugo. Pada jaman Partoyugo ini tanah Jawa semakin moncer. Terjadi pada masa kerajaan Demak, Pajang, Mataram, Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman.

Tanah Jawa memiliki budaya adi luhung, seni edi peni. Budaya adi luhung berhubungan dengan nilai filosofis atau pemikiran. Seni edi peni berhubungan dengan nilai estetis atau keindahan.

Tokohnya Kyai Yosodipuro, Ronggowarsito, Paku Buwono dan Mangkunagoro. Mereka adalah pujangga besar yang mewariskan peradaban. Rum kuncaraning bongso, dumunung ing luhuring budoyo.

3. Jaman Kaliyugo. Pada jaman ini bumi nusantara diganggu oleh pemimpin palsu. Tiap menjelang pemilihan umum, mereka mendekati rakyat. Ngalor ngidul mau membela rakyat. Sekolah akan gratis, berobat akan gratis.

Demi ambisi kekuasaan, tak segan segan sogok sana sini. Setelah berhasil menjabat, mereka lupa laut darat.

Kerap sekali pada jaman pemimpin gadungan ini biasa omong mencla mencle. Esuk omong dhele, sore dadi tempe. Jaman Kaliyugo orang suka melanggar tata krama.

4. Jaman Kalisengoro. Pada jaman Kalisengoro ini banyak sekali berita hoax seliweran. Orang berbohong dengan media sosial. Informasi dan teknologi jadi alat tipu tipu. Hp, Internet, email, radio, televisi digunakan untuk saling serang. Ujung ujungnya banyak korban. Apalagi saat ada bencana dunia. Wabah penyakit menular. Lantas diolah untuk membuat gaduh dan kisruh. Ketika masyarakat panik, para penipu ini mengambil keuntungan. Pembohong ini mengail di air keruh.

Oleh karena itu, Prabu Joyoboyo bersabda dengan bijaksana. Sing bener ketenger, sing salah seleh. Becik ketitik, olo ketoro. Sapa kang mbibiti olo, wahyune bakal sirno. Inilah ajaran Prabu Joyoboyo. Agar kita selalu eling lan waspodo.

D. Pewaris Ilmu Prabu Joyoboyo.

Jongko Joyoboyo menjadi pedoman bagi masyarakat Jawa. Untuk membaca tanda tanda jaman. Owah gingsiring jaman dibaca susuai dengan perlambang alam.

Cakra manggilingan, bahwa roda dunia selalu berputar. Siang malam pagi sore, bungah susah silih berganti. Maka orang jangan adigang adigung adiguna. Nasib orang sewaktu waktu bisa berubah. Giri lusi janma tan kena ingina.

Para murid Sri Aji Joyoboyo setia melestarikan ajaran utama. Mereka adalah Prabu Anglingdarna, Empu Tantular, Adipati Sri Makurung Handayaningrat, Ki Ageng Ngerang, Syekh Siti Jenar dan Ranggawarsita. Jalma limpat seprapat tamat.

Murid Prabu Joyoboyo pada umumnya bisa kontak batin. Perasaan mereka halus lembut laksana sutra. Bisa membaca tanda tanda jaman. Pandangan Prabu Joyoboyo menerabas lintas batas. Angelangut bebasan tanpa tepi.

Sembah kalbu yen lumintu dadi laku. Manggih hayu ayem tentrem kang tinemu. Dalam bermeditasi telah mencapai derajat rasa jati, sari rasa jati, sarira sajati.

Dengan penuh konsentrasi spiritual, murid Prabu Joyoboyo memang handal. Rasa tunggal, sari rasa tunggal, sarira satunggal. Inilah puncak manunggaling kawula Gusti.

Kawruh sangkan paraning dumadi telah dikuasai. Hakikat kehidupan benar benar direnungkan dalam hati sanubari.

Prabu Joyoboyo mewariskan ngelmu kasampurnan. Sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa. Selaras dengan tingkatan kama arta darma muksa. Syekh Syamsujen memberi wejangan kepada Prabu Joyoboyo tentang syariat tarikat hakikat makrifat.

Ilmu iku kelakone kanthi laku. Kematangan kawruh batin Prabu Joyoboyo diperoleh dari Syekh Syamsujen. Ulama besar dari Mesir ini datang khusus ke Kerajaan Kediri sebagai guru spiritual.

Dalam sejarahnya Syekh Syamsujen masih keturunan Syekh Subakir. Guru besar spiritual ini punya padepokan di Gunung Tidar. Menjadi pengajar ngelmu kasampurnan pada masa kerajaan Mataram.

Murid murid Prabu Joyoboyo tergabung dalam Paguyuban Honggodento. Tiap bulan Sura mengadakan tata cara di Goa Sela Mangleng, Mamenang Kediri. Lantas dilanjutkan dengan acara labuhan di Parangkusumo.

Jawa jiwa kang kajawi. Kejawen bagi penghayat yang tergabung dalam Paguyuban Honggowongso selalu melestarikan ajaran Sri Aji Joyoboyo. Demi keselarasan jagad gumelar dan jagad gumulung.

(JM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *