Satu ruang kebanyakan dari peserta pulau Bali. Mereka utusan Universitas Udayana. Delegasi 8 orang ini cukup kompak. Orang Bali pergi ke India berarti berkunjung pada tanah leluhur. Sebaiknya warga Bali mau berziarah ke tanah India. Negeri ini sumber ilmu bagi kepercayaan Bali. Pertemuan kali ini menjadi ajang pertukaran kebudayaan asli. Delegasi Bali umumnya mengaku keturunan Majapahit. Ciri-ciri keturunan Majapahit adalah cinta ilmu, humanis, toleran dan punya pengabdian. Warga Majapahit merantau ke timur, menjadi budaya Bali. Keturunan Majapahit merantau ke arah Barat, menjadi pengembang kebudayaan Jawa. Markasnya di kota Surakarta. Hubungan Bali dengan Surakarta memang erat. Mereka sama-sama keturunan Majapahit.
Sungguh beruntung bertemu dengan alumni mahasiswa India yang pernah belajar di Yogyakarta. Anak ini pernah belajar di UNY Yogyakarta lewat program Darmasiswa. Orangnya baik hati. Mengantar kami naik motor dengan cenglu, boncengan telu. Alumni UNY yang berasal dari UNY amat gembira bila kedatangan guru-gurunya. Semacam temu kangen atau reuni. Kebanyakan mereka rindu untuk kembali ke Yogyakarta. Sebuah kota yang mengandung banyak kenangan. Dari berbagai macam anak muda, mereka menempuh pendidikan. Di kota Yogyakarta pemuda dari seluruh dunia berinteraksi untuk memahami kebudayaan. Jyoti Bhamsi, Mo: 8375988454, state: Uttrakhand. Promod Singh, Mo: 9311589824, state: Assam. Anushree Chakraboly, Mo: 7044283849, state: West Bengal.
Diskusi tentang kekuasaan memang menarik. Demokrasi memberi kemungkinan untuk bersaing bebas. Tapi ada orang buruk yang menyalahgunakan kebebasan untuk mencari keuntungan. Tanpa etika mereka berbuat semaunya. Tak peduli orang lain susah, rugi dan sengsara, yang penting dirinya merasa beruntung. India kini menganut demokrasi. Negara bagian berjumlah 32. Negara bagian dengan ibukota New Delhi. Mereka bersaing keras untuk memperoleh kekuasaan. Demikian pula di Indonesia kini menganut demokrasi.
Diskusi tentang Ramayana
Upacara penutupan dilakukan pada hari Sabtu, 28 April 2018 pukul 1.15 PM. Waktu WIB menunjukkan pukul 14.40. Konferensi selama 3 hari berjalan lancar. Presentasi dan tanya jawab dapat dilakukan menurut selera banyak orang. Semua peserta ikut pula merasakan bahagia. Pergaulan 3 hari penuh dengan kenangan dan harapan. Pengkajian budaya Jawa yang mendalam dapat menciptakan persaudaraan dengan warga India. Sebagai saudara tua dalam bidang kebudayaan, India telah mengajak kembali bangsa Indonesia untuk merajut kembali hubungan batin. Kedua belah pihak memperkokoh jatidiri kepribadian.
Ramayana Jawa pentas di India
Atas usul mahasiswa kami bertemu dengan Muskan – Roolmall, 768 Punjabi bagh ; [email protected]. Jasmine, 712 Lajpat Nagar; Jasmine [email protected].
28 April 2018 pukul 15.00 acara selesai. Sertifikat tanda hadir sudah diserahkan. Sisa waktu digunakan untuk mampir ke pasar tradisional. Bentuknya mirip dengan Pasar Wage Nganjuk. Njejel riyel, umpel-umpelan. Untuk mencari oleh-oleh dengan harga murah tersedia. Juga ada jajanan dan minuman tersedia dengan harga terjangkau. Kegiatan ini dipandu oleh mahasiswa JNU jurusan Bahasa Indonesia. Memang satu-satunya universitas yang mempelajari bahasa Indonesia cuma JNU New Delhi India. Komunikasi relatif lebih mudah. Waktu kunjung di pasar sekitar 1 jam. Hati pun puas. Perjalanan menuju bandara New Delhi dengan pesan Uber. Praktis sekali. Cara berpikir dan bertindak mahasiswa JNU memang tepat. Kami merasa terlindungi, aman, nyaman. Kunjungan ini cocok dengan suasana Kinanthi Ganda Mastuti laras pelog nem.
Midering rat angelangut
lelana njajah negari
mubeng tepine samudra
sumengka anggane wukir
anelasak wana wasa
tumurune jurang terbis.
Tepat betul pujangga memberi deskripsi tentang suasana batin. Pujangga Yasadipura menggambarkan perjalanan jauh melewati gunung, sungai, sawah, hutan belantara. Perjalanan lewat angkasa raya dilukiskan dengan Anoman dan Rahwana yang bisa mabur terbang di langit biru.
Pementasan seni musik khas India
5. Gagasan dari Kota New Delhi
Perjalanan menuju tanah air berlangsung dengan aman, lancar dan menyenangkan. Biasa sekali berkenalan dengan teman baru. Agus Hariyanto Putra, [email protected], Nganpili Malaysia. Dr. Shyamal Singh, shyamalsingh1414 @gmail.com. Kedua orang ini menemani perjalanan dari New Delhi sampai Kualalumpur. Tiba di Kualalumpur hari Minggu 29 April 2018 pukul 06.00. Cuaca cerah, sebentar lagi melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Pulang ke negeri sendiri tetap terasa nyaman. Maka sebaiknya orang mempunyai rumah. Setelah pergi jauh orang akan merasa nyaman kembali ke rumah sendiri. Numpang di tempat tetangga tentu sedikit kenyamanan. Orang numpang atau nunut tidak merdeka. Kemandirian dipupuk dan ditanamkan sejak dini pada anak. Negara merupakan wadah milik bersama. Oleh karena itu perlu dirawat dan dijaga.
Ramah tamah dengan peserta dari Denpasar Bali
Gayuh Elok Larasati, Desa Kutasari Kab. Purbalingga Jawa Tengah. Raudhya Azzahra, Jl. Markoni Atas no. 60 RT 37 Balikpapan. Kedua pramugari ini menyambut di tanah air. Pukul 8.35 WIB Minggu 29 April 2018 sampai di Jakarta. Lega sekali rasanya, tugas selama 3 hari di negeri India ditunaikan secara lengkap. Kembali ke tanah air ternyata nikmat. Agenda rutin sedang menunggu. Kerja dan produksi harus berlangsung terus. Tiada henti. Supaya kita gagah pentas dihadapan pihak lain. Tidak perlu bersaing. Cukup dengan melakukan yang tidak dilakukan berarti sudah amat bermakna. Itulah sumbang sih. Perlu mencatat nama kawan-kawan yaitu:
1. Dr. Supeno, M.Hum, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Jl. Nangka No. 58C Tj. Barat Jagakarsa, Jakarta Selatan, Telp. (021) 78835283 – 7818718; Fax. (021) 78835283; Jl. Raya Tengah, Kel. Gedong Pasar Rebo Jakarta Timur, Telp (021) 87797409. Residence: Jl. Jatikramat Indah II No. 7 Bekasi – Jawa Barat.
2. I Made Sendra, Ministry of Research, Technology and Higher Education, Udayana University, Gedung Agrokompleks Lt. 4 Universitas Udayana Jl. P.B. Sudirman (80234) Denpasar Bali. Home: Jl. Gelogor Carik Gg. Flamboyan Lane No. 7 Denpasar Selatan (80221), Bali. email: [email protected]
3. Yusli Effendi, S.IP., M.A, Universitas Brawijaya, Veteran St, Malang Jawa Timur, 65145. Telp. 341-575755; fax. 341 – 570038; email: [email protected].
4. Mukesh Kumar, Advocate Supreme Court of India & High Court, Ch. No. 80 A.K. Sen Block New Delhi – 110001, office: B-64, sector – 26, Noida, U.P. 201301; Email: [email protected]
Minggu 29 April 2018 delegasi UNY tiba di Yogyakarta pukul 14.30. keduanya adalah Prof. Dr. Suwardi dan Dr. Purwadi, M.Hum. Semua merasa selesai menjalankan tugas. Konferensi di India merupakan jalan sejarah. Dulu tak terbayangkan bahwa senior kebudayaan India itu bisa dikunjungi. Ternyata cita-cita itu kesampaian. Dari sisi semangat untuk mengkaji kebudayaan terus bergelora.
Setelah berada di Yogyakarta masih teringat bumi India yang penuh dengan nilai keramat dan sakral. Misalnya penghormatan orang India pada berbagai macam barang yang beterbangan di langit. Barangkali penting sebagai bahan renungan dan refleksi. Pemandangan di kota New Delhi banyak sapi yang dibiarkan jalan-jalan di berbagai tempat. Bagi orang India yang mayoritas beragama Hindu, sapi dianggap sebagai lembu Andini, kendaraan Sang Hyang Guru. Hewan sapi diyakini memiliki nilai sakral. Oleh karena di sana tak dijumpai soto sapi. Lauk pauk terbuat dari daging kerbau atau daging ayam. Sapi-sapi mendapat penghargaan yang tinggi di mata orang India. Masa kini film-film India menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia.
6. Nlesih Sumber Ilmu Jawa Ing Tanah India
I. Srawung Budaya
Sambang sambung srawung bisa mimbuhi kuncara arum-ing budaya adi luhung. Hambok manawa para pamirsa televisi kerep banget mirsani film-film sing paragane saka Negeri India. Kena disebut ing kene kayata film Mahabharata, Ramayana lan Jodha Akbar. Tontonan film mau misuwur banget tumrap warga Indonesia, mligine wong Jawa.
Apa sebabe? Wangsulane ora angel. Sapa sing ora nate nonton wayang. Critane mesthi gepok senggol karo Ramayana lan Mahabharata. Pagelaran wayang purwa sewengi natas keh akehe kapethik saka sumber crita loro kang kondhang mau. Crita Mahabharata reriptane pujangga India kang asma Resi Wiyasa. Dene crita Ramayana karipta dening Resi Walmiki. Loro-lorone ngemu piwulang kang asumber saka ajaran agama Hindhu.
Paraga wayang Anoman lan Rahwana kanggo mratelakake lakon Ramayana, ing ngarsane para sarjana winasis kang ndherek konferensi ing Jawaharlal Nehru University, New Delhi India
Nalika tanggal 26 – 28 Mei 2018 diadani konferensi Internasional ing Jawaharlal Nehru, New Delhi, India. Kang karembug sambang sambung srawunge budaya. Kanthi pangang-kah kawicaksanan kang wus lumaku wiwit kuna makuna nganti saiki bisaa dadi kaca benggala. Nyatane piwulang luhur kang asumber saka budaya kuna tetep bisa kanggo tuntunane ngaurip. Urip ayem, tentrem, pasrah, sumeleh, tumata bisa ditulad saka maneka ajaran kuna. Para sarjana winasis nayogyani panemu mau.
Wulangan Hindhu ing negeri India dumadi saka perangan utama kang sinebut kama – artha – dharma – Muksa. Dene ingkang ngrasuk agama Budha mratelakake ajaran kamadhatu – rupadhatu – arupadhatu – nirwana. Saperangan kang wus ngrasuk agama Islam medharake sesanti: syariat – tarikat – hakikat – makrifat. Banjur kepriye ing Tanah Jawa. Jebule pujangga Jawa kaya dene Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV ngripta wedharan saemper. Sri Mangkunagara IV ngripta Serat Wedhatama kang ngemot ajaran: sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa. Piwulang bab rasa jati rinumpaka sajrone tembang pangkur.
Tan samar pamore suksma
sinukmaya winahya ing asepi
sinimpen telenge kalbu
pambukane warana
tarlen saking liyep layape aluyup
pindha pesate supena
sumusup neng rasa jati.
Sri Mangkunagara kanthi genep genah medharake wulangan kebatinan kang mbalung sumsum ing Negeri India. Nanging inganggit kanthi ulah lungite sastra edi peni. Tuladha Empu Kanwa ngripta Kitab Arjuna Wiwaha, Empu Sedah lan Panuluh ngripta Kakawin Baratayuda, Raden Ngabehi Ranggawarsita ngrumpaka Pustaka Raja Purwa lan Kyai Sindusastra yasa layang Babad Lokapala.
Semono uga crita Mahabharata asli India, sawuse tekan neng Tanah Jawa banjur dibesut maneh. Dewi Drupadi ing negeri India nindakake poligami utawa garwa rangkep. Ing tanah Jawa crita Dewi Drupadi tetep kagungan garwa siji, yaiku Prabu Puntadewa. Para pujangga Jawa kang winasis kulakan crita India, nanging critane didandani. Banjur dijumbuhake karo watak ka-pribaden bangsa. Tuladhane Kyai Yasadipura kang ngripta Serat Rama lan Serat Baratayuda. Pendherek konferensi Internasional racake padha gumun, ngalembana prigele Pujangga Jawa.
Para mahasiswi kang kadhapuk dadi among tamu ing
acara konferensi ngagem busana adat India.
Babaran kawruh India kang kaloka ing jagad raya sinebut Candhi Borobudur lan Candhi Prambanan. Candhi Borobudur tinggalane Agama Budha. Candhi Prambanan tinggalane agama Hindhu. Para empu, undhagi, sarjana Tanah Jawa nyatane bisa yasa reriptan adi luhung. Priyayi India uga ngakoni kawasisane sarjana Jawa. Sakbisa-bisane srawung budaya India lan Jawa diajab bisa lumaku lestari. Konferensi Internasional sing dirawuhi dening maneka warna winasis mau nyengkuyung tatanan jagad kang adhedhasar piwulang budaya. Ing kono bisa didhudhah ajaran bab budi pekerti luhur, tepa salira lan welas asih.
II. Nggulawenthah Pawiyatan
Pawiyatan ing Negeri India bisa diarani maju lan peng-pengan. Contone Jawaharlal Nehru University, dadi papan ngangsu kawruh tumrape para siswa. Mudha mudhi nggegulang dhiri, gladhen ketrampilan, ngungkal kepinteran lan mersudi santosaning jatidhiri. Pemerintah India kagungan kapitayan yen mudha-mudhi perlu sangu ilmu kanggo mahargya urip ing tembe wuri.
Kampus Jawaharlal Nehru University New Delhi India kerep dadi ajang bawa rasa kang ngrembug raharjaning jagad
Wewangunan universitas mapan ing satengahe alas. Adoh karo perkampungan, adoh karo kerameyan. Swasana ing universitas sidhem premanem, sonya sepi, nglangut tintrim. Kalamun cinandra tan prabeda pertapan Saptaharga. Sawuse ngumandhang gendhing bondhet laras pelog lima, kyai dhalang banjur suluk kang magepokan karo wibawane pertapan.
o o wijane tyas lamun miling miling
leledhang ing pereng saptaharga
kumyat we wening wijile
lung rumambat tumelung
mulet mulur kadya tumali
linut swareng kukila
lam lamen kadulu o
lir caos hormat trapsila
mring sang Wiku kang lagya lerem ing galih
lenggah jroning asrama
Sakehing kayu, tetuwuhan, kembang ing Universitas Jawaharlal Nehru tinata kanthi becik. Tinon saking mandrama pan yayah taman Argasoka kang arum sumerbak gandane. Samarga-marga warga kampus padha mlaku sinambi olahraga. Saperangan nitih sapedhah onthel. Mula hawane kampus uga kepenak. Cocok kanggo papan pasinaon. Ora ana macet, ora ana parkiran kebak njejel riyel. Prayoga banget yen pawiyatan ing Indonesia gelem mulat swasana kampus ing India. Aja nganti pawiyatan diganggu dening kendharaan.
Universitas Jawaharlal Nehru ngregani banget marang endahing budaya Jawa. Ketitik rikala tanggal 27 April jam 9 wengi digelar wayang purwa. Lakone Rama Tambak. Dene kang ngasta dhalang asma Ki Pramariza Fadlansyah. Yuswane kira-kira 12 tahunan. Ewadene wis baut ndhalang. Sabetane titis, swarane landhung, sulukane gandem, antawacana cucut, caritane urut, gregete patut. Penonton kang rawuh keplok mbata rubuh. Warga kampus Universitas Jawaharlal Nehru paring pangaji-aji tumraping wayang purwa. Wiwit talu nganti tancep kayon padha kamitenggengen nonton endahing pagelaran.
Tandha pakurmatan ing negara India, priyagung dipahargya
kanthi kalung selendang sutra putih
Wosing pagelaran dadi bahan rembugan. Mligi lakone Anoman digagas bebarengan. Patuladhan ing lakon Ramayana mau kapethik saka serat Yasadipuran kang ngemot piwulang. Ing kene sang pujangga paring pitutur lumantar Prabu Ramawijaya kang mejang marang Anoman.
Dhandhanggula
Langkung asri busananing puri
Ing Ngalengka kancana sadaya
Gedhong-gedhong lan pagere
Miwah gapuranipun
Jroning pura awarni-warni
Gapura tan pitungan
Sadaya mas murub
Wewanan miwah sagaran
Kebon kembang-kembang let gapura sami
Ewon gedhong jro pura
Tekad sing makantar-kantar dadi wosing piwulang. Supaya kasembadan aja wigah-wigih tumandang gawe. Gumregah tekade, gumregut jiwane, gumregut tandange.
Anoman dadi dutaning Praja Pancawati. Nadyan abot sanggane, Anoman tetep cancut tali wanda. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Narasumber mratelakake pekerti luhur Anoman lumantar tembang kinanthi.
Kinanthi
Pinadeng sarwi tumungkul
Anoman ngiling-ilingi
Sarta mirsakken karuna
Sumedhot tyasirag nenggih
Iya iki baya-baya
Kusuma putri Mantili
Nyatane Anoman bisa mrantasi karya. Para rawuh kang dumadi saking maneka bangsa mau, seneng banget penggalihe. Oleh lelipur tur kawruh kang mentes, pantes, luwes. Universitas Jawaharlal Nehru rumangsa bombong. Konferensi wektu iki nyelarasake antarane gagasan lan tindakan. Mula kahanan tambah nggayeng regeng, tumata lan mrebawani.
Adhedhasar andharan ing dhuwur kasebut kena diarani yen Budaya India wis ngoyot ing tanah Jawi. lelakone negara India lan Indonesia saemper. Srawung kabudayan bisa nuwuh-ake angen-angen lan pangerten antarane bangsa. Ing pangajap jagad tambah ayem tentrem, samad sinamadan. Prayoga banget yen padha kersa ngrawuhi negara India, kareben tambah bebles kawruhe, jembar wawasane, landhep panggraitane.
7. Atur Panuwun
Keberangkatan ke negeri India didukung oleh para handai taulan. Mereka memberi sumbangan, dukungan dan saran. Pak Ir. H. Soekirman, Bupati Serdang Bedagai meyakinkan sejak awal dengan urunan. Pak Drs. Joni Walker Manik, MM mengirimkan sumbangan material spiritual. Bahkan Pak Joni yang menjabat sebagai Kadis Pendidikan Sergai bersedia wawancara di PPG Jl. Kaliurang Yogyakarta 20 April 2018. Dengan segala keramahannya beliau memandang konferensi ilmiah di India sebagai kegiatan penting.
Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Mas Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Mulai dari tahun 1992, saat beliau menjadi ketua Senat UGM, selalu saja mendorong pihak lain untuk maju, berkembang dan produktif. Aktivitas konferensi di India ini juga mendapat dukungan dari Mas Anies Baswedan. Sepanjang masa gerak langkahnya untuk memperoleh kebajikan dan memperjuangkan terangnya jagad raya. Mas Muhammad Chouzin Amirullah membantu Mas Anies dalam hal pekerjaan. Lewat Chouzin ini segala tugas menjadi lancar. Maklum Chouzin menjadi aktivis kemahasiswaan UGM sejak tahun 1996. Menjabat Ketua Umum PB HMI dengan semangat tinggi.
Kemurahan juga datang dari Gusti Mung atau GKR Wandansari beserta KP Wirobumi. Beliau berdua begitu tertarik dengan makalah yang berjudul “Local Wisdom According Ramayana Story that Written by Kyai Yasadipura.” Makalah ini mengulas kearifan lokal yang diwariskan oleh para pujangga Kraton Surakarta. Karya pujangga Jawa menjadi kajian peneliti dunia. Merka menemukan keagungan dan keanggunan yang dapat digunakan untuk membangun peradaban.
Kawan karib yang mendukung penuh kunjungan ke India yakni Among Kurnia Ebo. Aktivis jurnalistik alumni UGM terkenal pemurah, ramah, lincah. Sumbangan untuk kegiatan budaya telah turun berlimpah ruah. Putra dari Lamongan ini setiap hari menjadi aktivis agrobis yang berhasil. Geraknya amat membanggakan, dengan menjadi Trainer pertanian. Berbagai acara pelatihan telah didatangi. Lewat SMS Ebo memberi saran dan pesan tentang suasana negeri India.
(LM-01)

