Andap menambahkan dalam pesannya agar jajaran jangan defensif menunggu kondisi pandemi berakhir, karena setiap hari kita disajikan berita yang berpotensi mempengaruhi psikologis kita. Kita harus bangkit dalam mengisi kemerdekaan meskipun dalam kondisi pandemi.
Pertama, satukan hati dan pikiran kita, kita teguhkan agar selalu sehat. Menjadi sehat bukan hanya perkataan kiasan, kita bangun pagi dengan bersyukur, yang diiringi menggerakkan pikiran kita dalam beraktivitas untuk selalu sehat. Kedua, pandemi ini mengajarkan kita dalam mengadopsi perkembangan digital. Agar jajaran mulai merubah mindset dalam berinovasi yang semula konvensional menjadi digital.

Andap menegaskan, bahwa terdapat penambahan 44 kasus reaktif covid selama WFH. Untuk itu jangan memiliki mindset bahwa WFH adalah hari libur. Goals dalam menghadapi era pandemi ini adalah memiliki jiwa dan raga yang sehat. Beradaptasi dengan pola kerja yang lama menjadi sesuatu yang baru.
“Untuk itu dengan giat pembinaan kesehatan jasmani ini diharapkan dapat memberikan penguatan kepada jajaran untuk selalu sehat, bangkit tangguh dan tumbuh dalam menyambut Kemerdekaan RI. Semoga kita semua selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan YMK. “, tutup Andap.
Giat dilanjut dengan olah pernafasan yang di bimbing oleh Pelatih Utama dari Bio Energic Power Lis Nurul dan konsultasi kesehatan yang didukung Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas). (Red)
Sumber: Kemenkumham Jabar

