oleh

Sudirno, Tokoh Sejarah Nasional Asal Pacitan Yang Terlupakan

PACITAN- Siapa sangka ada seorang tokoh sejarah nasional asal Kabupaten Pacitan yang saat ini masih hidup, dan terlupakan.
Seorang tokoh sejarah yang telah menorehkan nama patennya di beberapa mata uang kertas Republik Indonesia (RI) sebagai alat transaksi dunia.

Tokoh tersebut bernama Sudirno (79), warga RT 01, RW 09, Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar. Ia adalah seorang pengukir dan pencipta gambar mata uang kertas yang bergabung dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) pada 22 Juni 1965 silam.

Sudirno menceritakan, sebelum bergabung dengan Peruri, pergi ke Jakarta hanya menyusul sang pacar yang berada di Asrama Brimob kala itu, dan Singkat cerita, kemudian dirinya melamar kerja pada Badan usaha milik negara tersebut.

Liputan JUGA  Kesembuhan Dari Covid-19 Confirm Di Pacitan Bertambah Tiga Orang

Awal bekerja di Peruri, Sudirno Berada di bagian logistik. Namun seiring berjalannya waktu, kesempatan baik pun muncul.

Kala itu, Peruri mengalami saat kritis, dimana dalam waktu cepat perusahaan negara tersebut harus segera menerbitkan desain mata uang baru. Sementara sampai hingga mendekati batas akhir waktu belum ada satupun desain mata uang yang bisa dikatakan layak.

Mendengar kabar tersebut, Sudirno mencoba membuat beberapa sketsa gambar mata uang, dan alhasil, pihak Peruri tertarik dengan hasil gambaran desainnya.

Tidak butuh waktu lama, Sudirno pun akhirnya di berikan mandat untuk menyelesaikan desain mata uang kertasnya dalam bentuk cetak biru. Dan hasilnya kemudian dapat kita lihat adalah mata uang kertas pecahan Rp. 10.000, – bergambar RA. Kartini.

Liputan JUGA  Sekolah Sepak Bola Bintang Selatan Terapkan Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia, Membuka Pendaftaran Siswa Baru

“Awalnya ke Jakarta itu nyusul pacar. Terus melamar di Peruri dan diterima,terus dikantor dengar butuh cepat desain gambar lalu saya coba. Eh kok diterima. Ya sudah saya akhirnya disuruh bikin ” kenang Sudirno, dengan suara yang lirih , Jumat (13/08/2021).

Jejak karir Sudirno pun dimulai. Untuk memperdalam teknik engraving pada uang kertas, dirinya harus menjalani pendidikan seni lagi di Inggris. Dan hingga saat itulah nama Sudirno menjadi tercatat dalam setiap mata uang kertas hasil gambaran ya.

Karya Sudirno, menurut pengakuannya, yakni uang kertas Rp1.000 dengan gambar depan Dr Soetomo terbitan 1980, dan uang kertas Rp10.000 bergambar depan RA Kartini, terbitan 1985. Namun, ia mengklaim bahwa telah membuat desain gambar uang kertas nominal Rp1.000 hingga Rp100 ribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.