Perkuat Ketahanan Pangan, Duta Pertanian Organik Asia Ir Soekirman Kunjungi Sleman

Pemilik TOM bernama Pak Untung. Benar benar Pak Untung selalu untung. Ide cemerlang, gagasan kreatif. Ditambah kerja keras, tekun berusaha. Jadilah beliau pengelola TOM yang diakui dunia.

Suara lagu lagu Jawa mewarnai suasana alam pedesaan. Bayam, kangkung, kacang, keningkir, kemangi tumbuh subur. Pepaya, pisang, mangga senantiasa berbuah. Dari alam ini tumbuh tanaman subur. Buah siap untuk panen. Penghasilan tercukupi, hidup bertambah makmur.

Bangunan kecil merata di sekitar kawasan TOM. Terdiri dari bagian kantor administrasi, produksi, kerja sama, kantin dan pengembangan. Masing masing dikelola oleh tenaga ahli yang berpengalaman handal profesional.

Mahasiswa, dosen, peneliti dari segala penjuru negeri berdatangan. Mereka berkunjung untuk melihat sukses TOM. studi banding demi mengembangkan produk pertanian organik yang sehat.

Suguhan berupa dua nasi tumpeng siap untuk disantap. Bu Marliah, Pak Soekirman, Mas Dipa, Mas Agus, Mas Bastian dan Mbak Bastian segera mencicipi masakan tradisional. Ingkung ayan kampung memberi kesan agung. Kuluban, telor, buah ditaruh di atas tampah. Lahap sekali sore itu. Waktu menunjukkan pukul 15.30. Hujan rintik rintik mengguyur area TOM. Angin berhembus dari gunung Merapi menambah hawa makin segar.

Tampak Pak Untung menerima kedatangan mahasiswa UNS Surakarta. Tiap hari selalu ada rombongan perguruan tinggi, LSM dan instansi pemerintah yang mengunjungi TOM. Tentu dengan berbagai tujuan. Pertanian organik idaman untuk masa depan.

Luas area TOM sebanyak lima hektare. Dikelola secara mandiri. Ternyata dapat mencukupi kebutuhan. Contoh swasta pertanian yang berhasil gemilang.

Alat alat pertanian klasik mudah dijumpai. Duduk di lesehan tikar mendong sungguh mengesankan. Suguhan teh jae hangat cocok untuk suasana yang dingin. Sore itu kunjungan rombongan Ir H Soekirman amat menyenangkan.

Sudah waktunya untuk pamitan. Minggu 9 Januari 2022 acara studi banding tentang pertanian organik pun selesai. Sebagai sarana untuk mewujudkan negeri kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *