Rapidin Simbolon dalam sambutanya juga menyampaikan bahwa perayaan Imlek ini sebagai bagian dari konsolidasi untuk membangun nilai-nilai kebangsaan dan Nasionalisme di Sumut.
“Masyarakat Teonghoa bagian dari anak bangsa yang memberikan kontribusi penting dalam segala sektor, karena itu acara malam ini bagian dari membangun kebersamaan dalam nilai-nilai persaudaraan,” ungkap Rapidin
Sementara itu, Sofyan Tan yang mewakili tokoh masyarakat Teonghoa dan duduk sebagai Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menyatakan bahwa Soekarno merupakan tokoh sentral yang sangat penting karena atas keputusanhya sebagai Presiden RI Pertama yang menentapkan Imlek sebagai hari libur nasional juga mengangkat salah satu etnis Teonghoa sebagai Menteri dalam kabinetnya.
Lebih lanjut, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Siful Hidayat mengingatkan kepada Gubsu dan Walikota Medan bahwa ada beberapa bangunan sejarah peninggalan tokoh-tokoh Teonghoa yang luput dari perhatian, seperti Rumah Tjong Afie.
“Heritage seperti itu jangan di biarkan, harus ada kepedulian kita bersama termasuk pemerintah Daerah,” ungkap Djarot.
Disisi lain Menkumham Yasona H. Laoly kembali menegaskan Sikap PDI perjuangan yan sudah tuntas dengan masalah Nasioalisme.
“Bagi PDI Perjuangan sudah Final, Kita tidak pernah melihat apapun dan siapapun kecuali satu yaitu Warga Negara Indonesia, dan itu sebabnya PDI Perjuangan selalu di garda terdepan dalam merajut Persatuan,” ungkap Yasona.
(LM-01)

