MEDAN — LIPUTAN68.COM — Pemprov Sumatera Utara memperuntukkan 356.670 dosis vaksin yang sudah masuk ambang batas kadaluarsa 28 Februari 2022 sebagai vaksin booster atau penguat.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot vaksinasi agar dosis yang sudah masuk ambang batas tidak sampai kadaluarsa.
“Peruntukan untuk semua yang belum di booster (penguat) udah didistribusikan hari ini. Kita kejar hari ini sampai ambang batas tanggal 28 Februari,” ujarnya menjawab wartawan, Selasa (15/2/2022).
Sayangkan
Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting sesalkan sebanyak 365.670 dosis Vaksin nganggur tersimpan di gudang dan minta pemerintah serta seluruh pihak berupaya agar jangan ada vaksin yang terbuang sia-sia.
“Sangat disayangkan ratusan ribu dosis vaksin yang tak digunakan hingga masa kadaluarsanya berakhir akhir Februari ini,” ungkapnya.
Padahal, kata dia, seluruh pemda harus kebut proses vaksinasi ini apalagi tenggat waktunya sudah dekat, jangan sampai kadaluarsa. Vaksin itu juga dibeli menggunakan anggaran negara.
“Kita imbau masyarakat agar melaporkan dirinya bila belum divaksin. Ini untuk kebaikan kita bersama. Bagaimana kita berupaya benar-benar memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini,” ujarnya.
Politisi senior PDI Perjuangan itu berharap lonjakan virus varian baru omicron, segera mereda dan tidak tersebar luas terkhusus di Sumut.
“Kita harus tetap patuhi protokol kesehatan. Pemerintah dan pihak terkait harus ketat bagaimana mencegah penyebaran varian baru ini, baik dari luar daerah maupun transmisi lokal,” pungkasnya. (LM-02)

