oleh

Mendag Muhammad Lutfi Mengakui Tak Bisa Lawan Mafia Minyak Goreng

Jakarta, Liputan68.com | Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi mengakui keterbatasan kekuatan hukum mencegahnya memerangi penyimpangan minyak goreng oleh mafia dan spekulan.

Awalnya, Mendag menyampaikan data pasokan minyak goreng dari pasar obligasi dalam negeri (DMO) yang didistribusikan 720 juta liter telah mencapai 570 juta liter.

Dari total tersebut, pasokan minyak goreng ke Sumut selama periode 14 Februari hingga 16 Maret 2022 mencapai 60.423.417 liter, dan data BPS tahun 2021 menunjukkan jumlah penduduk di Sumut sebanyak 15,18 juta jiwa.

“Jadi kalau dibagi, setara dengan 4 liter per orang dalam sebulan.
Kemudian di Kabupaten Medan itu dapat 25 juta liter dan menurut data BPS
mencatat 2,5 juta orang, sehingga satu orang menurut itungan dapat 10
liter,” kata Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek
Parlemen, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Liputan JUGA  Komisi VI DPR RI Akan Panggil Menteri Perdagangan Terkait Perkembangan Kasus Minyak Goreng

“Lalu saya pergi ke Kota Medan, saya pergi ke pasar, saya pergi ke supermarket tidak ada minyak goreng,” sambung Lutfi.

Menurut Lutfi, pasokan minyak goreng dalam jumlah besar tidak hanya di Sumut, tetapi juga di Jakarta dan Surabaya di Jawa Timur, di pasar dan supermarket.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.