Mendag Muhammad Lutfi Mengakui Tak Bisa Lawan Mafia Minyak Goreng

Di Jakarta, pasokan minyak goreng mencapai 85 juta liter, populasi mencapai 11 juta, dan Surabaya mencapai 91 juta liter.

“Jadi spekulasi kami, deduksi kami adalah ini ada orang-orang yangg
mendapat, mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Tiga kota ini apa
yang didominasinya adalah satu industri ada di sana, kemudian kedua ada
pelabuhan,” jelasnya.

Lutfi mengatakan minyak goreng seharusnya dinikmati oleh masyarakat, namun ada juga yang diekspor secara ilegal dari pelabuhan.

“tidak bisa melawan penyimpangan-penyimpangan tersebut. Begitu saya
bicara dengan Satgas Pangan, pertama kali yang dipunyai Kemendag ada
dua, kalau tidak salah Undang-Undang nomor 7 dan 8, tetapi cangkokannya
kurang untuk bisa mendapatkan daripada mafia dan spekulan ini,” katanya.

Selain itu, Lutfi berbagi pelajaran bahwa jika harga sangat tinggi untuk pasar, Kementerian Perdagangan meminta maaf karena tidak bisa mengendalikannya.

“Karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat. Kita punya datanya
(pelaku penyimpangan) sekarang lagi diperiksa polisi, Satgas Pangan tapi
keadannya sudah menjadi sangat kritis dan ketegangan yang mendesak.
Kita mesti bersama-sama melawan mafia ini,” Lutfi dikatakan. (Red)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *