Liputan68.com Jakarta | Keputusan Amerika (AS) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) tentang larangan pasokan energi dari Rusia.
Embargo energi ini merupakan dampak panjang dari konflik yang berkembang antara Rusia dan Ukraina. Harga komoditas batubara global juga terpengaruh, dengan HBA bulan ini naik signifikan dari Maret 2022 menjadi 41,5% di US$ 203,69 per ton.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga batu bara acuan (HBA) April 2022 akan naik 41,5% atau $288,40 per ton dari Maret menjadi hanya $203,69 per ton.
Juliana, Direktur PT Batulicin Nusantara Maritim (BNM), mengatakan kenaikan harga batu bara pada April 2022 berdampak pada pemulihan ekonomi nasional dan banyak negara yang telah beradaptasi dengan pandemi Covid-19 di seluruh dunia juga turut mendongkrak tingginya permintaan batubara global.
Dengan melejitnya harga batubara, BNM berharap ini menjadi salah satu yang berpengaruh mendongkrak pulihnya perekonomian nasional. Walapun
dengan harga batu bara yang melejit ini BNM tidak terkena dampak secara signifikan. Karena Kami tetep melayani pengiriman sesuai jadwal
pengiriman yang sudah terjadwal,” ungkap Yuliana pada Senin (18/4/2022).
BESS adalah penyedia layanan transportasi batubara dan akan terus fokus untuk memberikan layanan terbaik kepada klien yang menggunakan layanan unik BESS.
BNM yang memiliki kode efek (BESS) di bursa ini merupakan anak perusahaan SixNine Group.
“Peluang dan tantangan itu akan selalu ada, apalagi dunia saat ini berkembang sangat cepat perlu sikap yang adaptif untuk mengambil langkah
yang tepat dengan kondisi dan situasi yang terus berubah untuk langkah BNM kedepan. Semoga BNM bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Juliana.
Terakhir, Juliana mengatakan BESS siap melakukan pengangkutan dan memenuhi kebutuhan pengangkutan batu bara sesuai kontrak yang ada dan pelanggan baru yang membutuhkan jasa angkutan batu bara ini.
