Dambakan Gaji Setara Marquez, Dilema Bagi Quartararo Cabut Dari Yamaha Malah Ambyar
Liputan68.com | Rumor bursa transfer pembalap MotoGP musim depan mulai bergema di awal seri MotoGP 2022.
Salah satunya datang dari Monster Energy Yamaha Racer Fabio Quartararo.
Fakta bahwa Juara Dunia MotoGP musim lalu menginginkan angka besar di level Marc Marquez justru menjadi bumerang dan membuat dilema.
Belum lama ini, manajer Fabio Quartararo, Eric Mahe mengungkapkan ada dua tim pabrikan besar yang memantau situasi pebalap di Yamaha.
Sebuah peluang yang ampuh, Honda dan Ducati lah yang mengintip peluang tersebut untuk memukau pebalap asal Prancis ini.
“Kami tak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan (masa depan Quartararo). Saat ini kamis duah mendapatkan tawaran, namun masih
melihat seperti apa kondisi yang berkembang,” kutip Mahe dari laman Motosan.
Di lain beda waktu, Fabio Quartararo juga menginginkan perubahan pada motornya untuk bersaing di grid depan.
Jika Yamaha tidak dapat memberikan garansi ini, maka cabut dari pabrikan Jepang adalah pilihan yang paling masuk akal.
“Saya siap mengendari motor terbaik setiap saat untuk memenangkan gelar juara dunia,” ujar pebalap berjuluk El Diablo tersebut, dikutip dari laman Paddock-GP.
Kurangnya Speed YZR-M1
Faktanya, YZR-M1 Yamaha tidak terlalu menantang pada pengembangannya.
Yang benar-benar dikeluhkan Quartararo adalah kecepatan tertingginya. M1 kalah cepat bahkan kuda besi Aprilia RS-GP jika harus melawan Desmosedici, RC213V.
Fakta baru El Diablo juga menginginkan kenaikan gaji yang besar.
Seperti dilansir Corriere dello Sport, Quartararo menginginkan nilai gaji dua digit. Dengan kata lain, puluhan juta euro.
Seperti diketahui, satu-satunya pembalap yang saat ini dikontrak dengan nilai nominal tersebut adalah Marc Marquez.
HRC telah menjadi tim dengan pendanaan yang memenuhi syarat untuk secara nominal memberikan ini kepada Marquez.
Dan sayangnya bagi Quartararo, Yamaha setuju dengan apa yang diinginkan Fabio Quartararo.
Tim berlogo garpu tala punya alasan kuat untuk keras kepala memastikan servis El Diablo. Pembalap Prancis itu menjadi satu-satunya pebalap yang bisa mengibarkan bendera Yamaha dalam perebutan gelar juara dunia menyusul Jorge Lorenzo (2015).
Soalnya kalau Quartararo bertahan di Yamaha, dia harus siap mendapatkan spesifikasi motor yang masih dianggap kalah bersaing dengan kuda besi milik pabrikan pesaing.
Jelas bahwa nama yang diinginkan Quartararo bukanlah yang diinginkan tim seperti Suzuki, Aprilia, dan KTM.
Honda dan Ducati dipandang sebagai pabrikan yang memenuhi impian Quartararo.
Namun dalam situasi saat ini, pabrikan Borgo Panigale (Ducati) terlihat lebih realistis.
Alih-alih menyarankan kepada Quartararo, mereka dapat mencari pembalap tim dengan nama yang lebih rasional.
Tak heran, Jorge Martin dan Enea Bastierney tampil luar biasa musim ini.
Padahal, hanya Honda yang bisa menjadi tujuan Quartararo selanjutnya.
Tetapi tim dengan logo mengepak tunggal saya juga perlu diregenerasi. Jangan menyangkal bahwa Anda memilih untuk mengamankan Pedro Acosta di kelas Moto2 musim ini.

Tinggalkan Balasan