oleh

Inilah 3 Profil Singkat Tersangka Mafia Minyak Goreng

Liputan68.com | Inilah mafia minyak goreng yang mendera rakyat Indonesia atas perbuatannya. Kelangkaan minyak goreng  dan harga tak terkendali gara-gara mafia ini.

Kejaksaan Agung (Kejagung)  telah menetapkan empat tersangka mafia minyak goreng.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana; Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA; General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor.

Penetapan keempat tersangka terjadi setelah penyidik ​​mewawancarai 19 saksi dan memeriksa 596 dokumen atau surat terkait.

“Berdasarkan laporan hasil penyidikan ditemukan alat bukti permulaan yang cukup,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa (19/4/2022), dikutip dari Kontan.co.id.

Adapun Indasari dan Parulian ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI.

Sementara itu, Togar dan Stanley ditahan di Kejakasaan Negeri Jakarta Selatan.

“Ditahan selama 20 hari terhitung hari ini sampai 8 Mei 2022,” kata Burhanuddin, dilansir Tribunnews.com.

Liputan JUGA  Geledah Kamar Warga Binaan di Lapas Purwakarta, Ini yang Ditemukan

Inilah profil singkat tiga pihak swasta tersangka kasus mafia minyak goreng:

  1. Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Stanley MA

Menurut akun LinkedInnya, Stanley MA sudah bekerja di Permata Hijau Group selama lebih dari 15 tahun.

Ia memulai kariernya di Permata Hijau Group pada Maret 2007 sebagai Staff Auditor.

Kala itu, Stanley ditempatkan di Kota Medan, Sumatera Utara.

Setelahnya, pada Agustus 2008, ia ditunjuk menjadi Import & Licenses Supervisor.

Di tahun 2011, ia dipindah ke kantor pusat di Jakarta dan menjadi Corporate Affairs Assistant Manager.

Lalu, pada Januari 2017, Stanley menjadi Professional/Assistant Director Corporate Affairs.

Sebelum di Permata Hijau Group, ia bekerja di Wilmar International selama satu tahun enam bulan sebagai Internal Auditor.

Ia juga pernah menjaid Inventory Controller di PT Axis Importer Trading pada September 2004 hingga Agustus 2005.

Liputan JUGA  Inilah Pernyataan Sikap AJI Kendari, Untuk Perkara 'Sadli' Wartawan Yang Di Penjara Karena Tulisan

Diketahui, namanya juga tercatat di Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) sebagai Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi.

  1. General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang

Dikutip dari responsiblebusiness.com, Togar Sitanggang merupakan lulusan University of Suthern California, Los Angeles, AS bidang Ilmu Komputer.

Ia memperoleh gelar Master dari Universitas Sumatera Utara, Medan.

Togar diketahui sudah bekerja di industri kelapa sawit selama lebih dari 20 tahun, dengan berbagai posisi.

Mulai dari penelitian, logistik, perdagangan, hingga mengurus perusahaan.

Menurut LinkedInnya, Togar sudah bekerja di PT Musim Mas selama 10 tahun.

Ia mengawali kariernya di PT Musim Mas menjadi Senior Manager Corporate Affairs sejak Mei 2012 hingga saat ini.

Togar juga menjabat sebagai General Manager Corporate Affairs sejak Desember 2019 sampai sekarang.

Ia pertama kali terjun ke industri kelapa sawit pada Maret 1993 dengan bekerja di SMART Corp Medan.

Lalu, di tahun 1997, ia menjadi Trader di Cargill Indonesia.

Liputan JUGA  Sebagai Wujud Langkah Pemberantasan Narkoba, Dir.Kamtib Menjalin Sinergitas dengan Jajaran Polda Metro Jaya

Hanya bertahan selama tiga tahun, Togar kemudian pindah ke Bakrie Group pada Januari 2001 dan menjadi VP Commodity Trading.

Setelahnya, ia menjadi Research Analyst di Bunge Agribusiness selama empat tahun 10 bulan, sejak Oktober 2004 hingga Juli 2009.

Togar kembali berpindah perusahaan pada Agustus 2009.

Ia memilih ED&F Man Indonesia sebagai tempatnya bekerja.

Di perusahaan ini, ia pernah menjadi Senior Trader dan Country Manager Tropical Oil Division.

Berbekal pengalaman di industri kelapa sawit, Togar yakin akan menjadi Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada Mei 2015. Hingga namanya tercatat sebagai Wakil Ketua  II Bidang Perdagangan dan Keberlanjutan GAPKI.

Ia juga dikenal aktif dalam asosiasi  kelapa sawit seperti Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Produsen Minyak dan Lemak Indonesia (APOLIN), dan Komisi Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.