Prospek Telkom Masih akan Bertumbuh Hingga Akhir 2022

“Kinerja perusahaan tahun ini masih bagus, seperti yang diketahui, secara konsolidasi di industri juga baik, terefleksi dengan semuanya masih bertumbuh,” ujarnya.

Selama pandemi, saham-saham telekomunikasi diketahui cukup bertumbuh, namun menurut Hans, dengan adanya pandemi Covid-19 maupun tidak, Telkom akan terus bertumbuh.

“Penggunaan data usage dan growth itu selalu tumbuh, biasanya setelah mencapai titik tertentu di kuartal ini menjadi basis yang masih akan tumbuh lagi, bisa dikatakan penggunaannya dan akan stabil,” ungkap Hans.

Selain itu, Hans menyebutkan kalau langkah Telkomsel sebagai anak usaha Telkom melakukan inovasi sinergi dengan Goto adalah langkah yang tepat.

Menurut dia, investasi yang dilakukan sejak 2020 ini menciptakan banyak sinergi dan paket-paket untuk mitra driver termasuk UMKM sendiri.

“Dengan adanya sinergi ini, penetrasi ke pengguna Telkomsel jadi meningkat, bisa dibilang misal mitra Gojek ada 2,5 juta orang dan ini tentu saja positif untuk Telkom,” ungkapnya.

Di sisi lain ia mengungkapkan kalau Telkom harus mewaspadai kondisi makro saat ini meski ekspektasi Telkom mulai tercapai.

Menurutnya, saat ini banyak guncangan pada makro ekonomi karena The Fed tengah terus menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Hemat dia saham itu sebab akibat, meski fundamental baik, harus mewaspadai guncangan-guncangan ekonomi.

Laba Bersih
Telkom melaporkan laba bersih sebesar Rp 6,12 triliun pada periode tiga bulan pertama 2022, naik tipis 1,7% dari Rp 6,01 triliun pada periode yang sama di 2021.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip, Selasa (10/5/2022), pendapatan tercatat mencapai Rp 35,2 triliun, naik 3,7% dari Rp 33,9 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham juga tercatat naik tipis menjadi Rp 61,76, dari sebelumnya Rp 60,71 pada kuartal I/2021.

“Selama triwulan I/2022, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,7% YoY dalam pendapatan, dengan EBITDA dan laba bersih tumbuh sebesar 3,1% dan 1,7% YoY, masing-masing,” ungkap manajemen Telkom dalam info memo.

EBITDA tercatat Rp 19,39 triliun pada kuartal I-2022, dibandingkan dengan Rp 18,81 triliun pada kuartal I-2021.

“IndiHome terus menjadi mesin pertumbuhan kami dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun atau tumbuh sebesar 7,9% YoY, didukung oleh total pelanggan 8,7 juta dan ARPU yang relatif stabil selama periode tersebut,” lanjut info itu.

Selain itu, Bisnis Digital Telkomsel terus tumbuh sehat dengan pertumbuhan trafik data 19,2% YoY dan kontribusinya mencapai 80% dari total pendapatan Telkomsel.

Adapun penurunan harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang signifikan membuat PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) harus membukukan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi hingga Rp811 miliar.

Namun menurut Hans kerugian yang belum terealisasi itu tidak ada efek terhadap kinerja perseroan pada jangka menengah.

“Ini non-cash item, ini biasanya di Telco lihatnya EBITDA, ini item di bawah EBITDA. Ini noncash item tidak akan mengganggu kinerja sama sekali, ini hanya masalah akuntansi semata,” pungkas Hans. (Rel/LM-02)

Foto Gedung PT Telkom Indonesia (Persero).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *