Tidak bisa ditawar lagi kita mesti fokus ke sana. Sistem pendidikan harus dibenahi secara sungguh-sungguh.
Kita bandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang telah menjadi bangsa maju karena pendidikannya berkembang sedemikian rupa.
Kalau membaca ulang langkah-langkah sebagai perwujudan amanat reformasi, bangsa ini tampaknya sangat terfokus pada masalah politik.
Partai politik terus bertambah tetapi implikasinya terhadap proses pemajuan bangsa masih kecil sekali.
Opini politik sangat riuh tanpa menawarkan program yang mendasar. Salah satu capaian dari sitem pendidikan yang baik adalah munculnya kader-kader pemimpin bangsa yang punya wawasan komprehensif.
Jika selama ini cukup banyak yang berkeluh kesah karena tidak adanya pemimpin berwawasan kenegarawanan, seperti itulah hasil pendidikan yang diselenggarakan tanpa konsep matang.
Sejarah menunjukkan hal itu. Para pendiri bangsa adalah mereka yang berasal dari kalangan terpelajar. Soekarno, Hatta, untuk menyebut beberapa nama, adalah bangsa pribumi yang berhasil meraih pendidikan berkualitas.
Meski sangat terpelajar, mereka tidak kehilangan idealisme sehingga memilih jalan sempit meraih kemerdekaan ketimbang menikmati fasilitas kolonial yang serba berkecukupan.
Idealisme seperti itulah yang tampaknya kurang dimiliki para pemimpin bangsa saat ini. Lulusan perguruan tinggi terkesan kurang peka terhadap kondisi bangsanya.
Mesti kita akui, berbagai gerakan mahasiswa merasa terpanggil oleh kondisi yang dialami bangsanya. Namun, hanya sebatas itu.
Ketika di antara mereka mendapat amanah memiliki jabatan tinggi, idealismenya seolah luntur begitu saja. Sumber daya manusia yang unggul akan mengantarkan bangsa ini ke arah kondisi yang lebih baik, lebih maju, dan lebih unggul.
Orientasi yang selama ini sangat mengandalkan kekayaan alam mesti diarahkan pada orientasi mencetak manusia unggul.(sumber : pikiran-rakyat.com/SS)
