Liputan68.com
Oleh : Selwa Raja, Mbp.
Om Swastyastu,
Om Avighnam Astu Namo Siddham,
Om Anno Bhadrah Krattavo Yantu Visvattah.
Semoga Hyang Widhi menganugerahkan segala pikiran baik datang dari segala penjuru
Mimbar Hindu pekan ini membahas tema tentang “Pendidikan Karakter bagi Generasi Muda Hindu”. Tema ini diangkat, karena masih banyak fakta di masyarakat, khususnya generasi muda Hindu, yang berperilaku menyimpang dari ajaran agamanya.Hal ini menunjukan bahwa betapa lemahnya Iman dan Sraddha generasi muda terhadap agama dan kepercayaan yang dianut.
Pertanyaannya, mengapa masalah ini muncul ? Siapakah yang bertanggung jawab dalam masalah ini? Mengapa Sraddha ( keyakinan ) generasi muda begitu lemah sehingga muncul permasalahan tersebut ? Tulisan ini akan menyinggung mengenai kewajiban-kewajiban generasi muda dalam menuntut ilmu, baik di sekolah maupun di rumah serta di lingkungan.
Kita sedikit banyak sudah memahami pengertian tentang Brahmacari (masa menuntut ilmu). Yaitu, keadaan saat generasi muda masih dalam jenjang menuntut ilmu pengetahuan. Di masa Brahmacari, kondisi mental kita sangat mudah terombang-ambing oleh pengaruh yang muncul dari luar. Keadaan jiwa dan mental masa muda masih sangat labil (goyah) dan belum memiliki sistem filterisasi yang baik terhadap pengaruh dari luar. Semakin banyak pengaruh buruk yang diperoleh dari tempat bersosialisasi, maka semakin buruk pula pembentukan pikiran dan implementasi dari perilaku kita.
Manusia terlahir seperti halnya kertas putih yang bersih, belum ada coretan sedikitpun. Kemudian, melalui sosialisasi dengan keluarga, lingkungan sekolah, dan pergaulan dalam masyarakat, perlahan kertas putih itu akan terisi penuh dengan coretan-coretan, apakah itu coretan yang baik maupun coretan yang buruk. Pengaruh dari coretan memori di masa muda akan ikut menuntun kita dalam berperilaku. Hal inilah yang menyebabkan jiwa kita sering sekali mengalami lonjakan, gairah, egoism, semangat menggebu-gebu dan ambisi yang luar biasa. Di sinilah pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang baik dan benar sesuai ajaran agama. Hal itu yang akan mengantarkan kita pada tercipta generasi muda yang berkompeten dan mampu bersaing dalam menghadapi kehidupan yang keras di zaman Kali Yuga ini.
Peranan ilmu pengetahuan sangat luar biasa. Hal ini seperti diuraikan dalam kitab suci Bhagavadgita IV. 35, yang berbunyi:
”Api ched asi papebhyah. Sarvebhyah papakrittamah. Sarvam jnanaplavenai’va. Vrijinam samtarishyasi“.
Artinya :
