Karang Taruna Sumut dan Pemkab Dairi Panen Perdana Kopi Arabika di Demplot Percontohan Desa Bangun

“Secara garis besar, kata Bupati ada dua jenis Kopi Sidikalang yang ditanam petani, yakni arabika dan robusta. Kopi Sidikalang robusta terkenal memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dan rasanya lebih strong dibandingkan arabika. Tempat tumbuhnya juga berbeda, Sidikalang robusta sudah bisa ditanam di ketinggian 600 – 700 Mdpl, sedangkan kopi arabika minimal diatas 1.000 Mdpl,” ujarnya.

“Perhatian khusus selalu diberikan oleh bapak Bupati yang sangat concern akan pembanguan di Kecamatan Parbuluan, itu terbukti dari seringnya pak bupati hadir melakukan kunjungan, termasuk kunjungan dinas pertanian ke kecamatan ini. Bahkan kecamatan ini mendapat perhatian khusus dimana menjadi lokasi percontohan KUR Klaster untuk tanaman hortikultura,”  katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya menyampaikan kopi yang ia kenal sejak kecil adalah kopi Sidikalang, dan rasa kopi Sidikalang melekat dalam benaknya hingga sekarang.

“Sejak kecil saya hanya tau kopi Sidikalang, bukan kopi Lintong, tapi kenapa kopi Sidikalang jadi terkesan tertinggal, malah kopi Lintong yang lebih naik namanya. Kami mencoba mengembangkan kembali bagaimana potensi kopi Sidikalang bangkit lagi dan dikenal dunia,” kata Dedi.

Menurut Dedi, selaku pekerja sosial, Karang Taruna mencoba menggali investasi untuk berbuat, membuat tempat pusat edukasi, dan menciptakan sosial enterpreneur di berbagai sektor, tinggal bagaimana pemuda Dairi yang memiliki keahlian menyalurkan kreatifitasnya dan menjadi sosial leader, dan bisa menjadi kebanggan masyarakat Dairi, karena banyak yang bisa digali dari desa ini,” katanya lagi.

 (LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *