Ini Tiga Program Andalan Telkom Antisipasi Perubahan Iklim

JAKARTA — LIPUTAN68.COM — PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) secara berkelanjutan menjalankan beragam program dan kegiatan berdampak langsung maupun tidak langsung dalam menanggulangi perubahan iklim.

Hal ini merupakan amanat Menteri BUMN RI, Erick Thohir, terkait salah satu dari tiga fokus program Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dijalankan oleh BUMN yaitu menjaga dan memulihkan lingkungan hidup.

Sepanjang 2022 ini misalnya, minimal terdapat tiga program yang dijalankan oleh Telkom yang berkontribusi dalam mengurangi climate change, yakni Konservasi Hutan Binaan Digital, Penanaman Mangrove, dan Electronic Device Donation for Education (Eduvice).

Climate change atau perubahan iklim mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca yang terjadi dalam jangka panjang. Meski bersifat alami, dorongan dari aktivitas manusia menjadikan perubahan iklim terasa kian ekstrem dari hari ke hari.

Liputan JUGA  Sharing P3DN, Telkom Ingin Tingkatkan Penggunaan Produksi Dalam Negeri

Berdasarkan data yang diperoleh dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), terdapat tujuh aktivitas manusia yang menjadi pendorong utama dalam perubahan iklim, yaitu penebangan hutan, manufaktur barang dan pertambangan, pengubahan energi, penggunaan alat transportasi, produksi makanan, suplai energi untuk ruangan, dan pemakaian berlebihan pakaian hingga sampah dan plastik.

Hingga saat ini, Telkom senantiasa memberikan aksi nyata melalui kebijakan dan strategi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak pada pemulihan lingkungan terkhusus terhadap perubahan iklim.

Program pertama adalah Konservasi Hutan Binaan Digital. Program ini merupakan pemberian bantuan restorasi dan konservasi hutan pada lahan kritis di Indonesia yang saat ini luasnya mencapai 14 juta hektare.

Liputan JUGA  Join Tiga Mitra Strategis, Finnet Perluas Distribusi e-Meterai

Selain fokus pada penanggulanan climate change, program ini juga memiliki tujuan untuk mengembalikan fungsi alam sebagai media pengatur tata air, perlindungan banjir atau sedimentasi di wilayah hilir, memulihkan dinamika populasi, serta keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Program ini dijalankan menggunakan sistem GIS (Geographic Information System) guna meningkatkan data inventarisasi hutan sehingga memudahkan perbaikan kondisi hutan, merencanakan secara memadai untuk jangka pendek dan panjang, memperkirakan pertumbuhan hutan, pendataan jumlah dan jenis pohon, serta report tumbuh kembang hasil reboisasi secara berkala.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *