Liputan NASIONAL

Ini Tiga Program Andalan Telkom Antisipasi Perubahan Iklim

Ditulis oleh Liputan68 pada 13 Desember 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA — LIPUTAN68.COM — PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) secara berkelanjutan menjalankan beragam program dan kegiatan berdampak langsung maupun tidak langsung dalam menanggulangi perubahan iklim.

Hal ini merupakan amanat Menteri BUMN RI, Erick Thohir, terkait salah satu dari tiga fokus program Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dijalankan oleh BUMN yaitu menjaga dan memulihkan lingkungan hidup.

Sepanjang 2022 ini misalnya, minimal terdapat tiga program yang dijalankan oleh Telkom yang berkontribusi dalam mengurangi climate change, yakni Konservasi Hutan Binaan Digital, Penanaman Mangrove, dan Electronic Device Donation for Education (Eduvice).

Climate change atau perubahan iklim mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca yang terjadi dalam jangka panjang. Meski bersifat alami, dorongan dari aktivitas manusia menjadikan perubahan iklim terasa kian ekstrem dari hari ke hari.

Berdasarkan data yang diperoleh dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), terdapat tujuh aktivitas manusia yang menjadi pendorong utama dalam perubahan iklim, yaitu penebangan hutan, manufaktur barang dan pertambangan, pengubahan energi, penggunaan alat transportasi, produksi makanan, suplai energi untuk ruangan, dan pemakaian berlebihan pakaian hingga sampah dan plastik.

Hingga saat ini, Telkom senantiasa memberikan aksi nyata melalui kebijakan dan strategi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak pada pemulihan lingkungan terkhusus terhadap perubahan iklim.

Program pertama adalah Konservasi Hutan Binaan Digital. Program ini merupakan pemberian bantuan restorasi dan konservasi hutan pada lahan kritis di Indonesia yang saat ini luasnya mencapai 14 juta hektare.

Selain fokus pada penanggulanan climate change, program ini juga memiliki tujuan untuk mengembalikan fungsi alam sebagai media pengatur tata air, perlindungan banjir atau sedimentasi di wilayah hilir, memulihkan dinamika populasi, serta keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Program ini dijalankan menggunakan sistem GIS (Geographic Information System) guna meningkatkan data inventarisasi hutan sehingga memudahkan perbaikan kondisi hutan, merencanakan secara memadai untuk jangka pendek dan panjang, memperkirakan pertumbuhan hutan, pendataan jumlah dan jenis pohon, serta report tumbuh kembang hasil reboisasi secara berkala.

Pelaksanaan program pemberdayaan lingkungan Penanaman Mangrove oleh Telkom.

Program ini telah terealisasi seluas 64,25 Ha yang tersebar di delapan titik lokasi konservasi seluruh Indonesia.

Sepanjang tahun juga, program ini berhasil menghasilkan total 7.656 ton karbon yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kedua adalah program Penanaman Mangrove. Sebanyak lebih dari 30.000 bibit telah berhasil ditanamkan di beberapa kota yaitu Semarang, Karimunjawa, Cirebon, Banten, dan Magelang. Tanaman Mangrove mampu menyerap karbon 4-5 kali lebih tinggi dan mampu menyimpan karbon hingga jutaan tahun melebihi kemampuan hutan tropis di daratan.

Dengan demikian, realisasi program penanaman Mangrove secara berkelanjutan yang dilakukan oleh Telkom diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi efek rumah kaca guna mendukung penanggulangan perubahan iklim.

Dengan target konservasi seluas 4 hektare, komitemen Telkom dalam program penanaman Mangrove juga bertujuan untuk menjaga ekosistem terumbu karang sertra meningkatkan digital eco-tourism dengan program bantuan Mangrove Conservation to Build Sustainable Eco Tourism.

Program ketiga adalah Electronic Device Donation for Education (Eduvice). Sampah elektronik merupakan salah satu penyumbang tertinggi kenaikan emisi karbon yang dapat menyebabkan perubahan iklim.

Karenanya, Telkom menjalankan sebuah program bantuan penyaluran sampah elektronik yang nanti akan dipilah dan diperbaiki oleh murid SMK Telkom agar perangkat dapat digunakan kembali menjadi media pembelajaran digital oleh sekolah/pelajar yang membutuhkan.

Sampah elektronik ini dapat disalurkan melalui dropbox yang ada di empat titik lobi kantor Telkom yaitu Graha Merah Putih Gatot Subroto Jakarta Selatan, Menara Multimedia Telkom Kebon Sirih, Kantor Witel Jakarta Barat, dan Graha Merah Putih Telkom Japati Bandung yang akan didistribusikan kepada sekolah/pelajar yang membutuhkan terutama di daerah 3T.

Selama 2022, 192 dari 200 perangkat yang terdiri dari 71 smartphone, 18 laptop, 14 tablet, dan 97 uncategorized devices telah diperbaiki dan akan segera didistribusikan kepada penerima manfaat di sekitar wilayah operasional Telkom dan di daerah 3T.

SGM Community Development Center Telkom, Hery Susanto mengatakan, melalui ketiga program ini, Telkom terus fokus untuk mencapai tujuan berkelanjutan yang juga sejalan pada Sustainable Development Goals (SDGs) terkait penanganan perubahan Iklim.

Tak hanya pencegahan, kata dia, pemulihan serta pemeliharaan lingkungan hidup juga harus selalu diperhatikan dengan baik.

“Telkom juga senantiasa melibatkan karyawan dan keluarga besar TelkomGroup untuk menyukseskan program-program ini,” pungkasnya. (REL)

TEKS FOTO
KONSERVASI: Kick-off program Konservasi Hutan Binaan Digital yang diresmikan oleh SM Pemberdayaan Sosial Dan Lingkungan CDC Telkom, Suharsono (kiri) untuk penanaman 5.500 pohon di daerah Jawa Barat. IST

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian