Menurut purna bakti ASN di lingkup Pemkab Pacitan ini, Nyawiji kalau tidak ada inovasi, akan sia-sia. “Podo karo mangan ora mangan asal kumpul. Terus opo hasile, nol. Mumpung sekdane pinter digas (makan nggak makan yang penting kumpul. Lantas apa hasilnya, nol. Senyampang sekkab’nya pandai di gas,” tutur Hadi Subowo.
Mantan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pacitan ini juga mensinyalir, sekarang kerja bukan menggunakan logika. “Akan tetapi banyak menggunakan mistik, semedi atau sejenisnya walau terkadang menerjang visi dan misi yang tersirat pada RPJMD/RPJPD,” tukasnya. (Red/yun).
